Berita

Evaluasi Senjata Polri Pasca Penembakan di Makassar

Makassar — Kasus tewasnya remaja Bertrand Eka Prasetyo (18) di Makassar membuat Polri kembali menyoroti satu hal yang sensitif namun krusial: penggunaan senjata api oleh anggota di lapangan. Di tengah proses hukum terhadap Iptu N dari Polsek Panakkukang, kepolisian menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya menyasar peristiwa akhir, tetapi juga seluruh rangkaian tugas operasional yang dijalankan anggota.

Evaluasi Diperluas ke Semua Tahap Tugas

Polri menyebut evaluasi dilakukan dalam setiap langkah kegiatan, baik pada sisi operasional maupun pembinaan. Artinya, penilaian tidak berhenti pada saat kejadian berlangsung, tetapi juga mencakup analisa sebelum, saat, dan sesudah kegiatan.

Selain itu, fungsi pengawasan di berbagai tingkatan ikut diperkuat agar proses evaluasi berjalan lebih efektif. Langkah ini menjadi penting setelah kasus yang melibatkan senjata api kembali memunculkan sorotan publik terhadap kedisiplinan dan prosedur penggunaan senjata oleh aparat.

Iptu N Tetap Diproses

Kapolrestabes Makassar memastikan Iptu N tetap menjalani proses meski penembakan disebut terjadi tanpa disengaja. Peristiwa itu bermula saat polisi mencoba membubarkan sekelompok pemuda yang tengah bermain senjata mainan dan mengganggu pengguna jalan dengan tembakan peluru jeli keras.

Menurut kronologi yang disampaikan, Iptu N datang ke lokasi untuk meredakan situasi dan mengamankan para pemuda yang sempat kabur setelah tembakan peringatan dilepaskan. Namun dalam situasi tersebut, pistol yang dipegangnya justru meletus dan mengenai bagian belakang tubuh Bertrand.

Korban Sempat Dibawa ke Rumah Sakit

Bertrand langsung dilarikan ke rumah sakit setelah tertembak. Meski telah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak tertolong. Kasus ini pun memicu perhatian luas karena memperlihatkan bagaimana situasi yang semula bertujuan meredakan gangguan justru berujung pada kematian.

Di tengah proses yang masih berjalan, Polri menegaskan kembali pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan senjata api oleh anggota. Evaluasi yang dilakukan kini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap tindakan di lapangan tetap sesuai prosedur dan tidak menimbulkan korban di luar rencana.