Obesitas masih merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, dengan sebagian masyarakat Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyoroti pentingnya membaca label gizi pada kemasan makanan dan membatasi asupan gula, garam, serta lemak. Hal ini dikarenakan kelebihan asupan tanpa disadari sering terjadi, apalagi dari makanan dan minuman kemasan.
Masyarakat perlu membiasakan diri membaca label pada kemasan produk untuk mengetahui nilai nutrisi per sajian, termasuk kandungan gula, garam, dan lemak. Selain itu, mencari logo ‘Pilihan Lebih Sehat’ pada kemasan produk juga dapat membantu dalam memilih produk dengan kandungan gula dan lemak yang lebih rendah. Tidak hanya itu, konsumen juga perlu memperhatikan aktivitas fisik rutin untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.
Dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia, dr. Siti Nadia Tarmizi menekankan pentingnya melakukan kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki dan menggunakan tangga sebagai alternatif lift. Perubahan kecil dan konsisten dalam gaya hidup dapat efektif dalam mencegah obesitas, serta dimanfaatkan momentum Ramadan untuk melatih pengendalian diri dalam mengonsumsi gula. Langkah-langkah sederhana ini dianggap penting untuk menurunkan risiko penyakit tidak menular yang berkaitan dengan obesitas seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

