AFC bergerak cepat setelah keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait tujuh pemain naturalisasi ilegal yang sempat terdaftar di Timnas Malaysia. Kasus ini kini masuk ke meja Komite Etik dan Disiplin AFC, dan nasib Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 dipastikan menjadi perhatian utama dalam waktu dekat.
CAS sudah bersikap, AFC tinggal menunggu langkah disiplin
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan telah menerima putusan CAS dan langsung meneruskannya ke Komite Etik dan Disiplin untuk diproses lebih lanjut. Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul, menegaskan bahwa hasil temuan CAS tidak akan dibiarkan menggantung, karena federasi ingin segera mengambil keputusan yang jelas terkait partisipasi Malaysia.
Menurut Windsor, AFC tetap harus bergerak cepat, tetapi tidak boleh mengabaikan prosedur dan batas waktu yang berlaku. Sikap itu disebut menjadi prioritas agar penyelesaian kasus ini berjalan rapi sekaligus sah secara administratif.
Nasib Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027 belum diputuskan
Isu ini kini berpengaruh langsung pada keikutsertaan Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia 2027. AFC belum mengumumkan keputusan final, namun pembahasan di tingkat disiplin disebut sudah berlangsung dan hasil resminya akan disampaikan setelah pertemuan dengan Komite Disiplin selesai.
Situasi tersebut membuat Malaysia berada dalam posisi menunggu, sementara AFC menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan putusan CAS. Kepastian soal status mereka menjadi penting karena undian Kualifikasi Piala Asia 2027 sendiri dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Keputusan resmi segera diumumkan
Windsor Paul menekankan bahwa AFC ingin menuntaskan persoalan ini secepat mungkin, tetapi tetap dalam koridor aturan yang ada. Ia menyebut pengambilan keputusan sudah memasuki tahap akhir dan pengumuman resmi akan segera dilakukan setelah proses internal selesai.
Dengan kata lain, bola kini berada di tangan AFC. Setelah CAS memberikan keputusan, federasi Asia itu tinggal menentukan konsekuensi disiplin yang akan diterapkan terhadap Malaysia, sekaligus memastikan proses kualifikasi tetap berjalan sesuai jadwal.
