HomeBeritaJadwal Operasional HPAL Pomalaa Ditargetkan di Q3 2026

Jadwal Operasional HPAL Pomalaa Ditargetkan di Q3 2026

PT Vale Indonesia Tbk tengah fokus pada pengembangan smelter nikel berbasis high pressure acid leaching (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Dalam upaya untuk mempercepat jadwal, PT Vale Indonesia Tbk mengharapkan smelter tersebut dapat beroperasi pada kuartal ketiga 2026, lebih awal dari perkiraan sebelumnya yang menunjukkan kuartal keempat tahun yang sama.

Menurut Head of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk, Andaru Brahmono Adi, smelter nikel HPAL Pomalaa ini diharapkan mampu menghasilkan sekitar 120 ribu ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). MHP merupakan bubuk berwarna hijau-abu-abu yang mengandung campuran nikel dan kobalt hidroksida, yang menjadi bahan penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (EV).

Saat ini, empat dari lima mesin smelter telah terpasang di Pomalaa. Hal ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam proyek tersebut dan menambah keyakinan PT Vale Indonesia terhadap dukungan dari para mitra terhadap kelangsungan proyek tersebut. Selain itu, aktivitas pertambangan di Blok Pomalaa juga menunjukkan hasil yang positif dengan produksi bijih nikel sebesar 7 juta wet metric ton (wmt) saprolite dan 21 juta wmt limonite per tahun.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi PT Vale Indonesia, yang awalnya hanya beroperasi dengan satu tambang dan satu smelter, namun kini telah mengoperasikan tiga tambang. Diharapkan, dalam waktu dekat PT Vale Indonesia dapat mulai mengoperasikan smelter-smelter baru untuk memperluas jejak bisnis mereka.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer