Mimika terus mencari cara yang lebih dekat dengan kebutuhan warganya untuk menekan stunting. Salah satu langkah yang kini dijalankan Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, adalah program Ketahanan Pangan Keluarga, yang tidak sekadar memberi bantuan, tetapi mendorong rumah tangga penerima agar bisa memproduksi sendiri sumber pangan bergizi.
Kolam ikan keluarga jadi bagian dari strategi lawan stunting
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Yulius Koga, mengatakan program ini telah berjalan selama dua tahun dan menyasar seluruh lapisan masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP. Fokus utamanya adalah keluarga yang memiliki anak stunting, dengan tujuan membantu mereka lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.
Hingga kini, program tersebut sudah berjalan di enam distrik dan menjangkau 150 kepala keluarga sebagai penerima manfaat. Pendekatan yang dipilih cukup sederhana, tetapi diarahkan untuk memberi dampak langsung: keluarga didorong menanam sayuran dan memelihara ikan di rumah.
Bantuan disesuaikan dengan data kesehatan
Menurut Yulius, penyaluran bantuan tidak dilakukan sembarangan. Dinas Ketahanan Pangan menggunakan data dari Dinas Kesehatan agar sasaran program benar-benar tepat, sehingga hanya keluarga dengan anak stunting yang menerima dukungan ini.
Setiap keluarga penerima mendapat paket bantuan berupa benih sayuran, benih ikan, serta kolam ikan fiber. Setelah bantuan diserahkan, tim dari dinas terkait ikut mendampingi proses awal, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan agar program bisa berjalan lebih baik di lapangan.
Targetnya bukan hanya gizi, tapi juga kemandirian keluarga
Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada program ini. Hasil panen sayuran dan ikan diharapkan dapat membantu memenuhi asupan gizi anak, sekaligus memberi peluang tambahan bagi ekonomi keluarga penerima.
Dengan pola seperti ini, Pemkab Mimika ingin penanganan stunting tidak berhenti pada bantuan sesaat. Yang dikejar adalah perubahan yang lebih panjang: keluarga punya sumber pangan sendiri, kebutuhan gizi anak lebih terjaga, dan ketahanan pangan rumah tangga bisa tumbuh secara berkelanjutan.
