Penyakit yang dialami Vidi Aldiano kembali membuat perhatian publik tertuju pada kanker ginjal, salah satu jenis kanker yang kerap luput dipahami sampai kondisinya sudah jauh berkembang. Di balik istilah medis yang terdengar sederhana, kanker ini punya karakter yang tidak sama pada tiap pasien, mulai dari lokasi munculnya hingga seberapa agresif penyebarannya.
Gambaran Kanker Ginjal dan Seberapa Sering Terjadi
Menurut dokter spesialis urologi Lukman Hakim, kanker ginjal bisa terbentuk di ginjal itu sendiri maupun pada pembuluh darah ginjal. Secara global, angka insidensinya mencapai 746.547 kasus atau sekitar 4,8 persen dari seluruh kasus kanker. Jumlah itu menempatkan kanker ginjal di urutan ketujuh sebagai kanker dengan kasus terbanyak di dunia.
Empat Stadium, Empat Tingkat Risiko
Seperti kanker pada umumnya, kanker ginjal dibagi ke dalam empat stadium, dari stadium satu sampai empat. Perbedaan stadium ini penting karena semakin tinggi stadiumnya, biasanya kanker berkembang lebih agresif dan membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Pilihan terapi pun tidak seragam. Pada sebagian pasien, pengobatan bisa berupa obat oral atau injeksi, sementara pada kondisi tertentu operasi menjadi bagian dari penanganan.
Tidak Semua Pasien Harus Dioperasi
Koordinator Bidang Ilmiah Ikatan Ahli Urologi Indonesia menegaskan dalam konferensi media daring bersama Ikatan Dokter Indonesia bahwa operasi tidak otomatis diberikan kepada semua pasien kanker ginjal. Tindakan ini umumnya dipertimbangkan pada stadium satu hingga tiga. Sementara itu, pada stadium empat, operasi kerap tidak lagi menjadi pilihan utama karena kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Karena itu, penanganan kanker ginjal selalu bergantung pada kondisi klinis dan tingkat penyebarannya, bukan semata-mata pada diagnosis awal.
