Berita

Peristiwa Erupsi Gunung Semeru dan Ancaman Awan Panas

Lumajang — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada Sabtu (waktu setempat), dengan rangkaian erupsi yang berujung pada luncuran awan panas guguran (APG). Peristiwa paling signifikan tercatat pada pukul 10.20 WIB, ketika gunung api tertinggi di Jawa itu memuntahkan material dengan kolom abu yang tidak teramati.

Erupsi Berulang Sejak Dini Hari

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat erupsi terjadi sebanyak sembilan kali dalam sehari. Letusan pertama tercatat pada pukul 00.23 WIB, lalu aktivitas vulkanik terus berlanjut hingga erupsi terakhir pada pukul 10.20 WIB yang disertai luncuran awan panas guguran. Catatan ini menunjukkan Semeru masih berada dalam fase aktivitas yang perlu diwaspadai.

Status Siaga dan Pembatasan Aktivitas

Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Dalam kondisi ini, masyarakat diminta mematuhi zona berbahaya yang telah ditetapkan, terutama tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga dilarang untuk mengurangi risiko terdampak material erupsi.

Ancaman Awan Panas, Lava, dan Lahar

Bahaya dari Semeru tidak berhenti pada awan panas guguran. Potensi guguran lava dan lahar juga masih mengintai di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung api tersebut. Karena itu, warga di sekitar kawasan rawan diminta tetap waspada, terutama saat hujan turun atau ketika aktivitas gunung meningkat. Informasi terbaru ini merujuk pada laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik di lapangan.