Crypto

Bitcoin Tetap Hijau saat Bursa Asia Crash: Analis Prediksi Bull Trap

Di tengah bursa Asia yang kompak memerah, Bitcoin justru masih bertahan di zona hijau. Namun, menurut analis Bitcoin Willy Woo, ketahanan harga itu belum tentu menjadi sinyal aman. Ia menilai reli menuju area USD85.000 patut dicurigai sebagai bull trap, alias jebakan kenaikan yang bisa menyesatkan pelaku pasar yang terlambat masuk.

Reli Bitcoin Dinilai Masih Rawan Perangkap

Woo menyoroti bahwa pergerakan naik Bitcoin saat ini belum cukup kuat untuk disebut tren bullish yang solid. Dalam pandangannya, aset kripto terbesar itu masih bergerak dalam fase yang rapuh, meski sempat menunjukkan pemulihan setelah tekanan jual besar di awal fase pasar bearish mulai mereda.

Ia juga mencatat arus dana investor mulai pulih sejak pertengahan Februari. Pemulihan ini memberi ruang bagi harga untuk bertahan, tetapi belum mengubah gambaran besar pasar. Menurut Woo, reli yang terlihat sekarang lebih tepat dibaca sebagai fase teknikal yang rentan koreksi, bukan kebangkitan yang sepenuhnya meyakinkan.

Area USD80.000–USD85.000 Jadi Titik Uji Penting

Woo memperkirakan Bitcoin masih akan bergerak dalam fase konsolidasi sebelum kembali menguji resistensi di kisaran USD80.000 hingga USD85.000. Rentang ini dianggap penting karena mencerminkan harga rata-rata banyak investor jangka pendek, sehingga wajar jika area tersebut menjadi titik tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa dari sisi likuiditas jangka panjang, Bitcoin belum benar-benar keluar dari bayang-bayang pasar bearish. Artinya, kenaikan yang terjadi sekarang belum cukup untuk mengubah struktur pasar secara menyeluruh.

Waspada Hingga Akhir April

Menurut analisis Woo, reli sementara ini berpotensi bertahan hingga akhir April sebelum pasar menentukan arah berikutnya. Ia mendasarkan pandangan tersebut pada pemantauan aliran modal dan perubahan likuiditas di pasar kripto, dua indikator yang saat ini menunjukkan kondisi belum sepenuhnya stabil.

Laporan ini disusun berdasarkan pernyataan Willy Woo mengenai arus dana investor, tekanan jual, dan dinamika likuiditas Bitcoin di tengah pasar yang masih mudah berbalik arah.