Pemerintah menambah satu pintu baru bagi pelaku usaha kecil yang ingin naik kelas ke pasar global. Di Batam, Kepulauan Riau, Kementerian Perdagangan resmi menghadirkan Export Center sebagai layanan pendampingan bagi UMKM yang ingin memulai atau memperkuat langkah ekspor.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan, fasilitas ini bukan sekadar ruang konsultasi, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar lebih siap bersaing di pasar internasional. Melalui layanan tersebut, pelaku usaha bisa mempelajari peluang pasar, kesiapan produksi, kapasitas usaha, hingga keberlanjutan bisnis sebelum masuk ke rantai ekspor.
Batam Dipilih karena Posisi yang Strategis
Batam dinilai memiliki nilai lebih dibanding banyak daerah lain karena letaknya yang berdekatan dengan Singapura, Johor, dan kawasan Asia Tenggara. Posisi ini membuat Batam dianggap cocok menjadi titik awal penguatan orientasi ekspor bagi UMKM, terutama yang ingin menjangkau pasar regional lebih cepat.
Dengan kehadiran Export Center Batam, Kemendag berharap pelaku usaha tidak lagi bergerak sendiri saat mencari informasi soal pasar luar negeri. Di pusat layanan ini, UMKM dapat mengakses pendampingan terkait potensi pasar ekspor, perjanjian perdagangan internasional, serta peluang di berbagai negara tujuan.
Didukung Jaringan Perdagangan di 33 Negara
Kemendag juga menyiapkan dukungan lain lewat jaringan atase perdagangan yang tersebar di 33 negara. Jaringan ini disebut bisa menjadi penghubung penting bagi UMKM yang membutuhkan akses informasi dan pintu masuk ke pasar internasional.
Dengan kombinasi layanan langsung di Batam dan dukungan perwakilan perdagangan di luar negeri, pemerintah ingin memperkuat ekosistem ekspor dari hulu ke hilir. Fokusnya bukan hanya mendorong produk keluar negeri, tetapi juga memastikan pelaku usaha memahami standar, kapasitas, dan kesinambungan usahanya.
Layanan Dibuka Setiap Hari Kerja
Export Center Batam mulai beroperasi setiap hari kerja, dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Fasilitas ini sebelumnya diresmikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Agustus 2025.
Keberadaan layanan ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan UMKM yang selama ini kesulitan mengakses informasi ekspor secara terarah. Bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar, kehadiran pusat pendampingan ini menjadi langkah baru yang lebih konkret untuk masuk ke perdagangan internasional dengan persiapan yang lebih matang.
