HomeBeritaPimpinan MPR Sebut Longsor Bantargebang: Alarm Krisis Sampah Nasional

Pimpinan MPR Sebut Longsor Bantargebang: Alarm Krisis Sampah Nasional

Longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menewaskan empat pekerja disebut sebagai peringatan serius terhadap krisis pengelolaan sampah di Indonesia. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menekankan perlunya langkah penanganan dari hulu hingga hilir untuk mengatasi masalah tersebut. Indonesia menghasilkan sekitar 56 juta ton sampah setiap tahun, namun hanya sekitar 40 persen yang dikelola dengan baik. Hal ini memperlihatkan bahwa masih ada sebagian besar sampah yang belum tertangani secara optimal.

Eddy mengungkapkan bahwa kondisi di TPST Bantargebang mencerminkan kesulitan dalam pengelolaan sampah, terlihat dari tingginya timbunan sampah yang setara dengan gedung bertingkat 16 hingga 17 lantai. Meskipun pemerintah telah merespons krisis sampah dengan pembangunan Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL), proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 18 bulan hingga dua tahun sebelum dapat beroperasi. Oleh karena itu, langkah sementara perlu diambil untuk menampung dan mengelola sampah.

Selain itu, penguatan penanganan di hulu melalui edukasi masyarakat tentang pemilahan sampah, pengembangan bank sampah, dan penegakan hukum terhadap pembuangan sampah ilegal juga menjadi hal penting. Eddy juga menekankan perlunya perlindungan keselamatan pekerja dan warga di sekitar lokasi pengelolaan sampah. Belasungkawa disampaikan untuk korban jiwa dalam peristiwa longsor sampah tersebut, sambil menegaskan bahwa keselamatan pekerja dan warga harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sampah.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer