Menjelang Lebaran, satu hal yang kerap luput dari perhatian justru ada di meja berbuka: takjil. Di tengah tingginya minat masyarakat membeli makanan siap santap, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menemukan produk yang tak aman dikonsumsi. Sorotan kali ini tertuju pada kue mangkok yang terdeteksi mengandung rodamin B, zat pewarna tekstil yang seharusnya tidak digunakan dalam pangan.
Takjil yang Tampak Aman, Ternyata Berisiko
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa makanan yang terlihat menarik belum tentu aman. Dalam pengawasan intensif menjelang Idulfitri 1447 H di Jakarta, BPOM mengambil 222 sampel takjil dari sejumlah lokasi penjualan. Hasil pemeriksaan menunjukkan 4,5 persen sampel masih mengandung bahan berbahaya, termasuk formalin pada mi kuning dan tahu.
Rodamin B Masih Masuk ke Pangan
Kehadiran rodamin B pada kue mangkok menegaskan bahwa praktik penggunaan bahan nonpangan dalam makanan belum sepenuhnya hilang dari peredaran. Zat ini dikenal berbahaya karena bukan peruntukannya untuk konsumsi. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pangan jajanan, terutama saat Ramadan, masih perlu diperketat agar masyarakat tidak menjadi korban produk yang tampak biasa tetapi menyimpan risiko kesehatan.
Pengawasan Diperluas hingga Gudang dan Ritel
BPOM tidak hanya berhenti pada pemeriksaan sampel takjil. Dalam program intensifikasi pengawasan pangan tahun 2026, lembaga ini mencatat peningkatan pemeriksaan sarana peredaran pangan dengan temuan 56.027 produk pangan tidak memenuhi ketentuan. Pengawasan juga dilakukan langsung ke fasilitas produksi dan ritel, termasuk inspeksi ke gudang penyimpanan beku di Jakarta Utara yang diketahui melebihi kapasitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan rantai distribusi pangan tetap berada dalam kendali dan aman bagi masyarakat.
Di tengah lonjakan permintaan makanan selama Ramadan dan menjelang hari raya, hasil pengawasan BPOM menunjukkan bahwa kewaspadaan konsumen tetap dibutuhkan, terutama saat memilih takjil yang dijual bebas di pasaran.
Informasi ini merujuk pada laporan BPOM RI terkait hasil pengawasan pangan menjelang Idulfitri.
