HomeCryptoMelonjaknya Kontrak Perdagangan Minyak di Bursa Kripto Hyperliquid

Melonjaknya Kontrak Perdagangan Minyak di Bursa Kripto Hyperliquid

Bursa perdagangan kripto terdesentralisasi, Hyperliquid, mengalami lonjakan perdagangan yang signifikan dalam kontrak minyak. Dibangun khusus untuk perdagangan kontrak berjangka abadi, Hyperliquid memungkinkan pengguna untuk melakukan perdagangan aset derivatif dengan leverage tinggi. Kontrak berjangka CT-USDC yang terhubung dengan minyak, yang melacak harga satu barel minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), mencatat volume perdagangan sebesar USD 1,32 miliar dalam 24 jam terakhir.

Harga kontrak minyak tersebut melonjak hingga 25% setelah perang antara AS dan Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Nilainya naik hingga USD 118 per barel pada 9 Maret dan saat ini diperdagangkan sekitar USD 80 per barel. Sebelum serangan terjadi, kontrak tersebut rata-rata menghasilkan perdagangan harian sebesar USD 21 juta, namun angka tersebut kini mencapai USD 1,32 miliar.

Kontrak berjangka abadi ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, sehingga para pedagang dapat mempertahankan posisi leverage tanpa batasan waktu. Mayoritas pedagang yang bertransaksi berasal dari segmen ritel dan mulai melakukan diversifikasi portofolio mereka dari aset kripto ke komoditas seperti minyak. Minyak menjadi salah satu aset yang paling diminati setelah Ether, perak, dan emas di Hyperliquid.

Selain Bitcoin (BTC), kontrak WTI merupakan kontrak yang paling banyak diperdagangkan dalam 24 jam terakhir di Hyperliquid. Volume perdagangan 24 jam untuk 10 kontrak teratas di platform ini adalah sebagai berikut:
– Bitcoin: USD 3,64 miliar
– Kontrak minyak (WTI): USD 1,32 miliar
– Ethereum (ETH): USD 914 juta
– Hyperliquid (HYPE): USD 509 juta
– Nasdaq 100 (XYZ100): USD 478 juta
– Solana (SOL): USD 291 juta
– Perak: USD 264 juta
– Minyak Brent: USD 244 juta
– S&P 500 (USA500): USD 95 juta
– Emas: USD 73 juta

Menurut Liputan6.com, perkembangan ini bisa diakses lebih lanjut di sumber aslinya.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer