Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kewaspadaan terhadap campak ikut menjadi perhatian. Di sejumlah wilayah Jawa Barat, pemerintah daerah saat ini tengah menjalankan CUC atau Catch Up Campaign, yakni Imunisasi Kejar Serempak, untuk menekan sekaligus mencegah penularan campak pada anak-anak.
Imunisasi Kejar Serempak Difokuskan ke Anak 9-59 Bulan
Program ini menyasar anak usia 9-59 bulan. Masyarakat yang ingin membawa anaknya mendapatkan imunisasi campak dapat mendatangi posyandu, puskesmas, lembaga pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, hingga Pos Pelayanan Mudik yang disiapkan selama periode arus perjalanan Lebaran.
PHBS Tetap Jadi Benteng Utama
Dokter Vini mengingatkan bahwa pencegahan campak tidak hanya bergantung pada imunisasi. Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS tetap perlu dijalankan dalam keseharian, terutama di tengah mobilitas tinggi saat mudik. Langkah sederhana seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker saat sedang sakit disebut penting untuk memutus rantai penularan.
Gejala Campak Jangan Diabaikan
Jika muncul tanda-tanda campak seperti demam dan ruam, masyarakat diminta tidak menganggapnya sepele. Dalam kondisi itu, PHBS tetap harus dijaga, termasuk mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan melakukan isolasi mandiri agar penularan ke orang lain bisa ditekan. Selain menjaga kebersihan dan membatasi kontak, imunisasi campak tetap menjadi langkah pencegahan yang paling dianjurkan.
Atribusi informasi: keterangan mengenai program imunisasi kejar serempak di Jawa Barat dan imbauan pencegahan campak disampaikan oleh Dokter Vini.
