JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam dalam menjaga suasana batin masyarakat tetap tenang di tengah berbagai tekanan sosial dan dinamika global. Menurut dia, para pimpinan ormas dan tokoh agama bukan sekadar penyampai pesan keumatan, tetapi juga penentu arah optimisme publik.
Dalam pandangannya, ketika tokoh agama memilih bahasa yang menyejukkan dan membangun harapan, masyarakat akan lebih mudah merasa percaya diri menghadapi tantangan. Karena itu, ia meminta para pimpinan Ormas Islam terus memperkuat narasi persatuan agar umat tidak mudah terpecah oleh situasi yang memanas.
Pesan Menag: Tokoh Agama Punya Daya Pengaruh Besar
Nasaruddin menilai posisi tokoh agama sangat strategis karena ucapan dan sikap mereka kerap menjadi rujukan banyak orang. Pengaruh itu, kata dia, membuat pesan yang disampaikan di ruang publik memiliki dampak langsung terhadap cara masyarakat memandang persoalan.
Ia menegaskan, jika para pemimpin umat konsisten membawa pesan damai, maka masyarakat akan lebih kuat menjaga kebersamaan. Dalam situasi seperti itu, rasa tenang, percaya diri, dan semangat persaudaraan dapat tumbuh lebih sehat di tengah umat.
Kolaborasi Jadi Kunci Ketahanan Bangsa
Selain menyoroti peran ormas Islam, Menag juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara tokoh agama, pemerintah, dan dunia usaha. Menurut dia, ketahanan bangsa tidak bisa hanya diserahkan pada pemerintah, melainkan harus dibangun bersama oleh seluruh unsur masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor itu dinilai penting untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan mendorong kemajuan ekonomi nasional. Dengan hubungan yang solid antarelemen bangsa, Indonesia disebut memiliki ruang yang lebih besar untuk tetap stabil di tengah perubahan global.
Modal Sosial Indonesia Dinilai Masih Kuat
Nasaruddin juga menyinggung bahwa Indonesia masih memiliki modal sosial yang kuat untuk menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. Selama kebersamaan tetap dirawat dan persatuan dijaga, bangsa ini diyakini mampu melewati berbagai tantangan tanpa kehilangan arah.
Ia menempatkan para pemimpin umat pada posisi penting dalam proses itu. Bagi Menag, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar seruan formal, melainkan pesan-pesan yang benar-benar mampu membangkitkan harapan dan menguatkan rasa satu bangsa di tengah umat.
Seperti disampaikan Menteri Agama dalam keterangannya, kekuatan Indonesia justru terletak pada kemampuan warganya menjaga persatuan saat menghadapi situasi yang tidak pasti.
