Kesehatan

Panduan Keselamatan Anak Saat Mudik: Tanggung Jawab Orang Tua

Keselamatan anak saat mudik bukan urusan sepele. Di tengah padatnya arus Lebaran, orang tua sering fokus pada waktu tempuh, barang bawaan, dan kondisi jalan. Padahal, satu hal yang tidak boleh turun prioritas adalah perlindungan anak selama perjalanan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus ditempatkan sebagai tanggung jawab utama keluarga, terutama karena cedera lalu lintas masih menjadi penyebab besar kematian dan disabilitas pada anak serta remaja di tingkat global.

Perlindungan Anak di Mobil Harus Sesuai Usia

Dalam rekomendasi IDAI No. 11/PP IDAI/SR/IV/2023, perlengkapan keselamatan tidak bisa dipilih asal nyaman. Bayi baru lahir hingga usia 2 tahun wajib menggunakan rear-facing car seat di kursi belakang. Untuk anak usia 2 sampai 5 tahun, penggunaan forward-facing car seat dianjurkan. Sementara itu, anak di atas 5 tahun sebaiknya duduk dengan booster seat sampai sabuk pengaman benar-benar pas di tubuhnya.

IDAI juga menekankan bahwa anak di bawah 12 tahun sebaiknya tetap berada di kursi belakang. Aturannya sederhana: perlindungan terbaik datang dari posisi duduk yang tepat dan alat pengaman yang sesuai ukuran tubuh anak.

Sabuk Pengaman Bukan Sekadar Formalitas

Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI, Hikari Ambara Sjakti, mengingatkan orang tua agar tidak menyepelekan penggunaan car seat maupun sabuk pengaman. Menurut dia, perlindungan anak di dalam kendaraan harus dilakukan dengan perlengkapan yang memenuhi standar keselamatan, bukan sekadar mengandalkan pengawasan orang dewasa.

Untuk anak yang sudah memakai sabuk pengaman biasa, pemasangannya juga tidak boleh asal. Lap belt harus berada di paha atas, sedangkan shoulder belt melintang di antara bahu dan dada. Jika posisi sabuk tidak tepat, fungsinya bisa berkurang saat terjadi pengereman mendadak atau benturan.

Larangan yang Sering Diabaikan Saat Mudik

Salah satu kebiasaan yang masih sering terjadi saat perjalanan jauh adalah memangku anak sambil menyetir atau duduk di kursi depan tanpa pengaman. IDAI menegaskan, cara seperti itu berisiko tinggi dan tidak boleh dianggap aman hanya karena perjalanan terasa dekat atau anak tampak tenang.

Karena itu, sebelum mobil bergerak, orang tua perlu memastikan semua perlengkapan keselamatan sudah terpasang dengan benar. Mudik memang identik dengan kebersamaan, tetapi bagi anak, perjalanan yang aman jauh lebih penting daripada sekadar cepat sampai.