Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Berita

Starmer dan Trump Diskusikan Kebebasan Navigasi Selat Hormuz

16 March 2026 • 13:36 WIB

London — Pembicaraan antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyorot satu titik paling sensitif di Timur Tengah: kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Downing Street menyebut keduanya membahas situasi terbaru di kawasan itu, dengan perhatian utama pada pentingnya membuka kembali jalur pelayaran yang terganggu dan memicu tekanan biaya di pasar global.

Selat Hormuz jadi pusat kekhawatiran

Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa. Rute sempit ini menjadi penghubung penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar dunia. Ketika arus pelayaran terhambat, dampaknya langsung terasa, mulai dari naiknya premi asuransi hingga meningkatnya biaya logistik di berbagai negara.

Dalam pembicaraan tersebut, Starmer dan Trump disebut menyoroti pentingnya menjaga kebebasan navigasi agar distribusi energi global tidak semakin terganggu. Isu ini muncul di tengah ketegangan yang terus membayangi kawasan akibat Iran dan dinamika keamanan yang belum mereda.

Washington siapkan langkah pengawalan

Laporan Wall Street Journal, yang mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, menyebut Gedung Putih berencana membentuk koalisi pada pekan ini untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah itu dipandang sebagai respons atas meningkatnya risiko terhadap pelayaran komersial di jalur strategis tersebut.

Namun, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan militer Amerika kemungkinan belum akan mulai mengawal kapal komersial di Selat Hormuz hingga akhir Maret. Menurut dia, Angkatan Laut AS masih belum sepenuhnya siap menjalankan tugas itu.

Efeknya sudah terasa di pasar

Gangguan di Selat Hormuz tidak hanya menjadi persoalan keamanan, tetapi juga urusan ekonomi yang langsung menyentuh rantai pasok energi dunia. Ketika ancaman terhadap pelayaran meningkat, perusahaan asuransi cenderung menaikkan premi dan pelaku industri meninjau ulang rute yang mereka gunakan.

Starmer juga membahas isu kebebasan navigasi di selat tersebut dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Informasi mengenai rangkaian pembicaraan ini dilaporkan berdasarkan Sputnik-OANA, dengan isi yang menggambarkan betapa rapuhnya keseimbangan antara keamanan kawasan dan stabilitas perdagangan global.