Bitcoin Anjlok ke USD 71 Ribu: Status Safe Haven Kembali Dipertanyakan
Bitcoin kembali berada di bawah tekanan setelah merosot ke kisaran USD 71 ribu. Pergerakan ini memunculkan pertanyaan lama yang belum benar-benar terjawab: apakah aset kripto terbesar itu masih layak disebut pelindung nilai, atau justru makin mirip aset berisiko yang ikut terseret sentimen pasar global?
Tekanan dari energi dan kebijakan moneter
Pasar saat ini sedang menghadapi dua tekanan besar sekaligus. Di satu sisi, struktur pasokan energi global berubah dan membuat harga energi tetap sulit turun. Di sisi lain, kebijakan ekonomi tradisional dinilai makin terbatas efektivitasnya dalam meredam gejolak. The Fed sendiri memilih mempertahankan suku bunga, sebuah sinyal bahwa bank sentral itu masih kesulitan menyeimbangkan inflasi energi dengan kondisi pasar tenaga kerja.
Dalam situasi seperti ini, penggunaan cadangan minyak strategis Amerika Serikat juga tidak dianggap sebagai solusi permanen. Langkah tersebut lebih terlihat sebagai cara memindahkan tekanan pasokan ke masa depan ketimbang menyelesaikan akar persoalan.
Bitcoin belum tentu berperan sebagai lindung nilai
Menurut analis Bitunix, kondisi makro semacam ini bisa mengubah cara pasar memandang Bitcoin. Jika harga energi bertahan tinggi dan menekan ekspektasi pelonggaran moneter, Bitcoin cenderung diperlakukan sebagai aset berisiko, bukan safe haven. Artinya, pergerakannya akan lebih mudah mengikuti sentimen negatif di pasar keuangan.
Namun, skenarionya bisa berbeda bila likuiditas kembali mengalir ke pasar. Dalam kondisi itu, Bitcoin masih punya ruang untuk menguat, terutama jika investor kembali mencari aset dengan potensi kenaikan lebih besar.
Level USD 72.800 jadi batas pengamatan pasar
Untuk jangka pendek, perhatian pasar tertuju pada kemampuan Bitcoin bertahan di atas level USD 72.800. Jika level ini jebol, tekanan lanjutan bisa semakin besar. Sebaliknya, bila mampu bertahan, peluang pemulihan masih terbuka meski sentimen makro belum sepenuhnya bersahabat.
Arah Bitcoin dalam beberapa hari ke depan tampaknya akan sangat ditentukan oleh kombinasi harga energi, sikap The Fed, dan seberapa cepat likuiditas kembali membaik. Di tengah ketidakpastian itu, status Bitcoin sebagai aset aman tampak masih jauh dari kata solid.
