Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi pada Jumat (20/3). Dalam rentang dini hari hingga pagi, gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat memuntahkan awan panas guguran ke arah tenggara hingga sejauh 3,5 kilometer, disertai sejumlah letusan yang mempertegas kondisi gunung masih aktif dan dinamis.
Awan Panas Mengarah ke Tenggara
Menurut catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), awan panas guguran Semeru meluncur ke sisi tenggara dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer. Aktivitas ini menjadi perhatian karena menunjukkan material vulkanik masih bergerak dari tubuh gunung dan berpotensi menimbulkan risiko di wilayah sekitarnya.
Sembilan Kali Letusan Tercatat
Dalam periode yang sama, PVMBG juga mencatat Gunung Semeru mengalami sembilan kali letusan. Setiap letusan menghasilkan kolom abu yang mencapai ketinggian sekitar 1.000 meter di atas puncak. Rangkaian erupsi ini menandakan aktivitas kegempaan dan keluarnya material vulkanik masih berlangsung cukup intens sejak dini hari.
Peringatan untuk Warga Sekitar
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat di sekitar lereng Semeru agar tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi, terutama di jalur yang berdekatan dengan arah luncuran material vulkanik. Situasi gunung yang terus aktif menuntut kewaspadaan tinggi, mengingat perubahan aktivitas dapat terjadi sewaktu-waktu.
Informasi ini merujuk pada laporan ANTARA yang mengutip catatan PVMBG terkait aktivitas terbaru Gunung Semeru.
