Crypto.com mengambil langkah yang akan mengubah wajah operasionalnya: perusahaan kripto asal Singapura itu memangkas jumlah karyawan seiring dorongan besar-besaran untuk memakai kecerdasan buatan atau AI di seluruh lini bisnis. Keputusan ini menandai pergeseran strategi yang makin tegas, dari ketergantungan pada tenaga kerja manusia menuju model kerja yang lebih otomatis dan presisi.
PHK jadi bagian dari strategi AI
CEO Crypto.com, Kris Marszalek, menyampaikan bahwa pemutusan hubungan kerja dilakukan sebagai bagian dari integrasi AI di perusahaan. Menurut dia, perusahaan yang mampu bergerak cepat dan menggabungkan AI dengan talenta terbaik akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, bekerja lebih efisien, dan mencapai skala yang lebih tinggi.
Dalam pernyataan resminya, Crypto.com menyebut langkah ini sebagai bagian dari penyesuaian organisasi terhadap arah baru berbasis AI. Perusahaan menilai transformasi tersebut penting untuk memperkuat operasi dan menjaga daya saing di tengah perubahan industri yang cepat.
Sekitar 12 persen tenaga kerja terdampak
Sebagai tahap awal, Crypto.com akan mengurangi sekitar 12% dari total karyawan. Perusahaan tidak merinci jumlah pasti pekerja yang terdampak maupun divisi mana yang paling terkena imbasnya. Namun, Marszalek menegaskan bahwa karyawan yang terdampak sudah menerima pemberitahuan dan dukungan selama masa transisi.
Hingga kini, detail lebih lanjut mengenai susunan restrukturisasi belum dibuka ke publik. Yang jelas, langkah ini menunjukkan bahwa Crypto.com sedang menata ulang prioritas bisnisnya dengan menjadikan AI sebagai pusat pengambilan keputusan operasional.
Gelombang efisiensi di industri teknologi dan kripto
Langkah Crypto.com sejalan dengan tren yang mulai jamak di perusahaan teknologi dan aset digital, yakni memangkas biaya sambil memperbesar peran otomatisasi dan machine learning. Di tengah tekanan efisiensi, AI dipandang bukan hanya alat bantu, tetapi juga bagian dari strategi inti perusahaan untuk bertahan dan berkembang.
Bagi Crypto.com, keputusan ini menjadi sinyal bahwa perusahaan tengah masuk ke fase baru: merapikan struktur internal sekaligus menyesuaikan diri dengan model kerja yang lebih bergantung pada teknologi cerdas. Informasi ini disampaikan berdasarkan pengumuman resmi CEO Crypto.com, Kris Marszalek.
