Pergerakan pasar kripto saat ini dipengaruhi oleh hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang menimbulkan harapan baru di kalangan investor terhadap kebijakan moneter. Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyebutkan bahwa harga bitcoin mengalami penurunan ke kisaran USD 70.000 setelah pertemuan FOMC menunjukkan kecenderungan kebijakan moneter yang masih ketat. Sebelumnya, harga bitcoin menguat mendekati USD 76.000 karena adanya arus masuk dana institusional ke spot bitcoin exchange traded fund (ETF) sebesar USD 199,37 juta hingga sesi ketujuh berturut-turut dengan total arus masuk selama tujuh hari mencapai USD 1,16 miliar.
Antony juga menyebutkan bahwa keputusan FOMC untuk mempertahankan suku bunga acuan serta revisi naik proyeksi inflasi menunjukkan kecenderungan kebijakan yang masih hawkish. Hal ini membuat pasar merespons dengan melakukan penyesuaian yang mempengaruhi pergerakan harga bitcoin. Jerome Powell, Ketua The Federal Reserve (the Fed), menyatakan bahwa penurunan suku bunga akan sangat tergantung pada perkembangan inflasi di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.
Antony menilai bahwa kondisi ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas, sehingga berdampak pada minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Saat ini, harga bitcoin berada di kisaran USD 70.000, dengan area USD 70.000 – 72.000 menjadi level support yang penting untuk dipantau oleh investor.

