Selama bulan puasa Ramadan, pola makan kita biasanya lebih teratur. Namun, setelah bulan puasa berakhir, seringkali kebiasaan ini berubah. Agar kebiasaan baik selama bulan puasa tidak hilang, penting untuk tetap menjaga pola makan yang sehat. Salah satu cara yang bisa kita terapkan adalah dengan mengikuti pola makan intermittent fasting. Dengan mengatur waktu, jumlah, dan jenis makanan, kita dapat mencapai pola makan yang sehat. Meskipun membutuhkan mindset dan tekad yang kuat, akan sangat bermanfaat untuk kesehatan kita.
Menurut Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Profesor Hardinsyah, setelah bulan puasa, kita diuji untuk mengubah mindset kita. Dengan membiasakan diri dengan pola makan intermittent fasting dan melakukannya tanpa mengharap pahala, kita dapat meraih manfaatnya. Salah satu langkah yang bisa kita ambil adalah dengan membuat kebiasaan sarapan dengan asupan makanan yang sehat. Kebiasaan ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, makan siang dapat dilewatkan atau dikurangi porsinya, dengan tetap memastikan kebutuhan air putih terpenuhi dan berolahraga di sore hari. Saat makan, penting untuk membatasi konsumsi makanan berlemak, manis, dan instan. Meskipun tidak mudah, hal ini bisa dilakukan terutama saat menjalani puasa Syawal. Sebagai pengganti makanan manis, kita bisa mengonsumsi buah-buahan segar seperti pepaya, apel, atau buah manis lainnya. Konsumsi buah-buahan ini dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Dengan langkah-langkah sederhana ini, kita dapat menjaga pola makan sehat setelah bulan puasa Ramadan tanpa kehilangan manfaat kesehatan yang telah kita dapatkan.

