Inter Tertahan Fiorentina, Kolarov Soroti Ketajaman yang Mulai Menurun
Inter Milan memang masih berdiri di jalur terdepan dalam persaingan Scudetto, tetapi hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina memberi sinyal bahwa laju mereka tidak sepenuhnya mulus. Tim asuhan Inter sempat unggul lebih dulu lewat gol Pio Esposito, sebelum Cher Ndour membuat Fiorentina pulang dengan satu poin dari laga tersebut.
Inter Kehilangan Momentum Setelah Unggul Lebih Dulu
Asisten pelatih Aleksandar Kolarov menilai Inter sebenarnya punya kendali di sejumlah fase pertandingan, tetapi tidak cukup tajam untuk mengunci hasil. Situasi itu membuat mereka gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir. Menurut Kolarov, performa yang kurang menggigit bisa saja berkaitan dengan jadwal padat yang mulai menguras tenaga para pemain.
Kelelahan Jadi Sorotan di Tengah Perebutan Gelar
Kolarov tidak menutupi bahwa beban pertandingan yang beruntun berpengaruh pada intensitas tim. Meski begitu, ia tetap melihat posisi Inter sebagai modal penting. Dengan keunggulan enam poin atas pesaing terdekat, Inter masih berada dalam posisi yang menguntungkan untuk menuntaskan musim dengan hasil maksimal.
Jeda Internasional Jadi Waktu Pemulihan
Masuknya jeda internasional dianggap sebagai kesempatan tepat bagi Inter untuk memulihkan kondisi fisik dan menjaga kebugaran skuad. Setelah jeda, Inter dijadwalkan menghadapi AS Roma, laga yang bisa menjadi penentu penting dalam upaya mereka mempertahankan posisi di puncak klasemen. Hingga kini, Inter mengoleksi 69 poin dari 30 pertandingan dan masih memimpin Serie A, unggul enam angka dari AC Milan.
Seperti dilaporkan dari sumber pertandingan, hasil kontra Fiorentina menjadi pengingat bahwa keunggulan di klasemen belum cukup jika ketajaman di lapangan mulai menurun.
