Usai Lebaran, keluhan kesehatan kerap datang justru saat ritme tubuh mulai kembali ke pola normal. Dari sakit perut hingga batuk yang tak kunjung reda, kondisi ini cukup sering membuat orang berujung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Menurut Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Profesor dokter Tjandra Yoga Aditama, masalah yang paling sering muncul setelah Lebaran umumnya terbagi ke dalam dua kelompok besar: gangguan saluran cerna dan gangguan saluran pernapasan.
Keluhan yang Sering Muncul Setelah Lebaran
Pada saluran cerna, keluhan yang bisa dirasakan cukup beragam, mulai dari perut terasa tidak nyaman, rasa penuh, nyeri ulu hati, GERD, hingga diare. Sementara pada saluran pernapasan, gejalanya dapat berupa batuk, berdahak, nyeri dada, tanda-tanda ISPA, sampai sesak napas. Keluhan-keluhan ini sering muncul setelah perubahan pola makan, aktivitas, atau kondisi lingkungan selama masa libur dan silaturahmi.
Penyebabnya Tidak Bisa Disimpulkan Sekilas
Tjandra menegaskan, penyebab gangguan kesehatan tersebut tidak bisa langsung dipastikan hanya dari satu faktor, misalnya makanan atau paparan lingkungan. Untuk mengetahui sumber masalahnya, pemeriksaan medis tetap diperlukan. Dengan begitu, dokter dapat menilai apakah keluhan dipicu virus, bakteri, atau faktor lain yang memerlukan penanganan berbeda.
Penanganan Bergantung pada Hasil Pemeriksaan
Kepada Health Liputan6.com, Tjandra menjelaskan bahwa infeksi pada saluran cerna maupun saluran napas bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme lain. Karena itu, langkah penanganan tidak bisa disamaratakan. Apa yang dibutuhkan pasien bergantung pada penyebab yang ditemukan saat pemeriksaan, bukan sekadar pada gejala yang terlihat dari luar.
