Crypto

Bitmine Membeli 67.111 Ethereum: Penilaian dan Analisis

Bitmine kembali menambah tumpukan Ethereum di saat pasar masih rapuh. Perusahaan penyimpanan ETH yang dipimpin Tom Lee dari Fundstrat itu dilaporkan membeli 67.111 ether senilai sekitar USD 144,8 juta atau Rp 2,44 triliun pada Selasa, 24 Maret 2026. Aksi ini menegaskan bahwa Bitmine belum mengendur dalam strategi akumulasi, meski harga ETH sendiri masih jauh dari puncaknya.

Tambahan ETH senilai ratusan juta dolar

Mengacu pada laporan The Block, data dari penyedia analitik on-chain Lookonchain menunjukkan pembelian tersebut dilakukan melalui dua alamat berbeda dan berasal dari Kraken. Temuan yang sama juga tercatat oleh platform analitik EmberCN. Dengan transaksi terbaru ini, Bitmine disebut terus memperbesar eksposurnya terhadap Ethereum tanpa menunjukkan tanda-tanda mengurangi laju pembelian.

Posisi kepemilikan Bitmine kini mencapai sekitar 4,66 juta ETH atau setara USD 10 miliar, naik dari catatan sebelumnya pada 22 Maret 2026. Jumlah itu merepresentasikan sekitar 3,86% dari total pasokan Ethereum yang beredar saat ini.

Tom Lee: ETH mendekati akhir musim dingin kripto mini

Chairman Bitmine, Tom Lee, menyebut perusahaan memang meningkatkan kecepatan akumulasi ETH dalam beberapa pekan terakhir. Menurut dia, langkah itu didasarkan pada pandangan bahwa Ethereum sudah memasuki fase akhir dari “mini crypto winter” yang mereka amati.

Di tengah strategi agresif tersebut, Bitmine tetap memegang status sebagai treasury ether terbesar yang diketahui publik. Berdasarkan data StrategicETHReserve, posisi berikutnya ditempati SharpLink Gaming dengan sekitar 863.021 ETH, disusul The Ether Machine yang memiliki sekitar 496.712 ETH.

Harga ETH naik tipis, saham Bitmine masih tertekan

Meski aksi beli Bitmine cukup besar, pasar Ethereum belum sepenuhnya pulih. Pada Selasa, harga ETH naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir ke level USD 2.154. Namun, angka itu masih terpaut lebih dari 55% dari rekor tertinggi sekitar USD 4.900 yang dicapai pada Agustus 2025.

Sentimen yang sama juga tercermin pada saham Bitmine. Pada perdagangan Selasa, saham perusahaan turun 2,21% sebelum sempat rebound 1,88% di sesi after-hours. Dalam enam bulan terakhir, saham Bitmine tercatat merosot hampir 60%, menunjukkan bahwa optimisme terhadap akumulasi ETH belum otomatis diterjemahkan pasar ke dalam kinerja saham.