Selama dan setelah Lebaran, rumah sakit sering melihat peningkatan kunjungan pasien ke IGD karena masalah pencernaan, khususnya yang berkaitan dengan sistem organ gastrointestinal (GI). Menurut Ari, beberapa kasus yang sering terjadi di ruang gawat darurat rumah sakit berkaitan dengan masalah gastrointestinal. Selain masalah GERD dan asam lambung, diare juga menjadi keluhan umum yang sering muncul. Konsumsi makanan pedas selama Ramadan biasanya menurun, sehingga sistem pencernaan lebih tenang. Namun, setelah Lebaran, banyak orang kembali mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, yang dapat membuat usus terganggu dan menyebabkan diare.
Peningkatan kasus diare biasanya terjadi pada minggu pertama bulan Syawal, karena perubahan tiba-tiba dalam pola makan seperti mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah besar setelah sebelumnya dihindari. Ari menjelaskan bahwa perubahan ini dapat membuat usus terkejut dan mengalami gangguan, sehingga diare dapat terjadi. Selain faktor makanan pedas, kondisi ini juga dapat terkait dengan sensitivitas usus atau sindrom iritable bowel (IBS). Pada orang dengan usus yang lebih sensitif, makanan pedas dapat memicu gejala seperti mulas hingga diare. Hal ini perlu diwaspadai agar kesehatan pencernaan tetap terjaga, terutama saat merayakan hari besar seperti Lebaran.

