Bank Sentral Korea Selatan atau Bank of Korea (BOK) sedang bergerak lebih cepat dari biasanya dalam membangun fondasi untuk mata uang digital bank sentral. Di tengah perdebatan soal masa depan kripto dan stablecoin, bank sentral ini justru membuka pintu bagi talenta berpengalaman di bidang aset digital untuk masuk ke dalam tubuh institusinya.
Rekrut 10 karyawan, fokus pada kripto dan aset digital
Mengutip Yahoo Finance pada Kamis (26/3/2026), Bank of Korea berencana merekrut 10 pegawai baru dengan kualifikasi ahli kripto berpengalaman. Meski jumlah itu tidak disebutkan secara gamblang dalam laporan EToday, arah kebijakan BOK terlihat jelas: memperkuat kapasitas internal untuk mendukung pengembangan central bank digital currency (CBDC).
Dalam pemberitahuan resminya, setidaknya satu dari tenaga ahli yang direkrut akan ditempatkan untuk fokus pada analisis pasar aset digital mulai Juli 2026. Tugas mereka tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga mengkaji isu-isu penting yang membentuk masa depan ekosistem kripto.
Fokus baru BOK: dari stablecoin sampai stabilitas keuangan
Berdasarkan laporan EToday, para ahli yang masuk ke BOK akan diminta melakukan riset dan analisis atas dampak kripto, stablecoin, serta aset tokenisasi terhadap stabilitas keuangan. Mereka juga akan menelaah perkembangan regulasi, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Arah kebijakan ini muncul di tengah perubahan kepemimpinan bank sentral. Pergeseran fokus ke CBDC terjadi setelah Shin Hung-song, tokoh dari Bank for International Settlements Monetary Economy Bureau, yang dikenal skeptis terhadap stablecoin, ditunjuk sebagai Gubernur Bank of Korea.
Persiapan menghadapi perubahan aturan di Korea Selatan
Di saat yang sama, Bank Sentral Korea juga merombak sistem internalnya sebagai langkah antisipatif terhadap perubahan undang-undang yang berpotensi mencabut larangan lama atas penerbitan kripto dan stablecoin di Korea Selatan.
Pemerintah Korea Selatan sendiri tengah mempertimbangkan peran teknologi dan bank dalam penerbitan stablecoin yang dipatok ke won untuk mendukung transaksi lintas batas. Dalam persyaratan rekrutmen yang diumumkan BOK, para pelamar wajib memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun.
