Tekanan di pasar aset digital kembali terasa kuat. Bitcoin turun ke level USD 68.507, sementara sentimen global yang memburuk ikut menyeret kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan turun sekitar 1 persen menjadi kurang lebih USD 2,4 triliun. Di tengah gejolak itu, konflik di Timur Tengah disebut menjadi salah satu faktor yang membuat investor lebih berhati-hati mengambil risiko.
Bitcoin Melemah, Aset Kripto Besar Ikut Terkoreksi
Penurunan Bitcoin tidak berdiri sendiri. Sejumlah aset kripto utama juga bergerak di zona merah dalam periode yang sama. Ethereum atau Ether tercatat merosot 4,6 persen ke sekitar USD 2.050, bahkan turun dari level stabil yang sempat bertahan sepanjang bulan sebelumnya. Tekanan serupa juga dialami Solana, XRP, BNB, dan Dogecoin.
Tron Jadi Pengecualian di Tengah Koreksi Pasar
Di saat mayoritas aset turun, Tron justru tampil berbeda dengan kenaikan tipis secara harian maupun mingguan. Pergerakan yang kontras ini menunjukkan pasar kripto masih sangat terpecah, dengan respons harga yang tidak selalu searah meski sentimen umumnya melemah.
ETF Bitcoin Masih Menarik Minat Institusi
Menurut analis FxPro, Alex Kuptsikevich, kapitalisasi pasar kripto kini mendekati rata-rata pergerakan 50 hari, yang berpotensi menjadi area penopang jika mampu bertahan. Meski tekanan jual masih dominan, arus dana dari investor institusi justru menunjukkan minat yang belum padam. Dalam sebulan terakhir, produk ETF berbasis Bitcoin mencatat aliran masuk sekitar USD 2,5 miliar.
Data tersebut sejalan dengan pandangan BlackRock, yang menilai investor besar saat ini lebih memilih Bitcoin dan Ether dibandingkan aset kripto alternatif. Mengacu pada keterangan yang dirilis perusahaan itu, perhatian pasar institusional tampak semakin terkonsentrasi pada dua aset utama tersebut, sementara altcoin cenderung ditinggalkan.
