Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Ciri Gangguan Komunikasi Sosial Anak Prasekolah

28 March 2026 • 20:41 WIB

Ciri Gangguan Komunikasi Sosial pada Anak Prasekolah

Tak semua anak yang tampak “pendiam” atau terlambat nyambung saat ngobrol hanya sedang pemalu. Pada sebagian anak prasekolah, kesulitan itu bisa mengarah pada gangguan komunikasi sosial atau Social Communication Disorder (SCD), sebuah kondisi perkembangan yang memengaruhi cara anak memakai bahasa untuk berinteraksi dengan orang lain.

SCD bukan sekadar soal keterlambatan bicara. Masalah utamanya ada pada kemampuan memahami konteks sosial, membaca isyarat nonverbal, hingga menyesuaikan cara berbicara dengan lawan bicara. Dengan kata lain, anak mungkin bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas, tetapi tetap kesulitan memakai bahasa secara efektif dalam percakapan sehari-hari.

Ketika percakapan jadi hambatan

Anak dengan SCD umumnya mulai menunjukkan kesulitan saat harus berinteraksi dengan teman sebaya. Catherine Adams, peneliti senior dari University of Manchester, menjelaskan bahwa gangguan ini memengaruhi kemampuan anak dalam membangun komunikasi sosial, bukan hanya kemampuan berbicara secara teknis.

Dalam keseharian, anak bisa tampak kesulitan memulai percakapan, mempertahankannya, atau memahami kapan harus bergiliran bicara. Mereka juga sering tidak peka terhadap perubahan situasi sosial, sehingga bahasa yang digunakan terdengar kurang pas untuk lawan bicara atau kondisi yang sedang dihadapi.

Tanda-tanda yang sering muncul di usia prasekolah

Gejala SCD biasanya mulai terlihat saat anak memasuki usia prasekolah, ketika tuntutan sosial mulai meningkat. Pada fase ini, anak dituntut lebih sering berinteraksi, bermain bersama, dan mengikuti aturan komunikasi yang lebih kompleks.

Beberapa tanda yang kerap muncul antara lain sulit menyesuaikan bahasa dengan situasi, tidak memahami giliran berbicara, serta kesulitan menangkap humor, sindiran, atau makna kiasan. Anak dengan SCD juga cenderung menafsirkan ucapan secara harfiah, sehingga mudah terjadi salah paham dalam percakapan.

Isyarat nonverbal sering ikut terlewat

Selain kesulitan dalam kata-kata, anak dengan SCD juga bisa mengalami hambatan dalam membaca komunikasi nonverbal. Kontak mata yang minim, sulit memahami ekspresi wajah, serta tidak menangkap bahasa tubuh menjadi ciri yang patut diperhatikan.

Masalah lain yang sering terlihat adalah ketidakmampuan menyesuaikan gaya bicara sesuai lawan bicara, misalnya kepada teman sebaya, orang dewasa, atau dalam situasi formal. Karena itu, orang tua dan pendidik perlu peka terhadap pola komunikasi anak sejak dini agar dukungan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Memahami tanda-tanda ini penting agar anak tidak sekadar dianggap “kurang aktif bicara”, padahal yang dibutuhkan bisa jadi adalah bantuan untuk melatih komunikasi sosialnya secara bertahap.