Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti hasil lelang barang rampasan yang tak sepenuhnya mulus. Dari pelaksanaan lelang periode Maret 2026, lembaga antirasuah itu mengumumkan ada dua lot telepon seluler yang belum dilunasi oleh pemenang lelang. Nilai total dua HP wanprestasi tersebut mencapai Rp62,8 juta.
Dua HP Belum Dibayar, Nilai Lelang Turun Tipis
Informasi itu disampaikan Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipraktikto, kepada wartawan di Jakarta. Ia menyebut hasil lelang Maret 2026 tetap tergolong besar, dengan capaian akhir Rp10,922 miliar. Angka itu sedikit berada di bawah proyeksi awal KPK, yakni Rp10,985 miliar, bila seluruh pemenang lelang melunasi kewajibannya.
KPK belum menjelaskan apakah dua HP yang wanprestasi itu berkaitan dengan dua unit OPPO yang sebelumnya ramai dibicarakan karena terjual hingga Rp59,72 juta. Kepastian soal hubungan keduanya belum diungkap lebih jauh.
Barang Bergerak dan Tak Bergerak Sama-sama Dilelang
Lelang kali ini mencakup beragam barang rampasan, mulai dari kendaraan, aksesori, hingga perangkat elektronik. Untuk kategori barang bergerak seperti mobil, motor, sepeda, tas, jam tangan, dan HP, total nilainya tercatat Rp719 juta.
Sementara itu, aset dengan nilai terbesar justru datang dari barang tidak bergerak. Tanah dan bangunan yang ikut dilelang menyumbang angka paling tinggi, yakni Rp10,266 miliar. Komposisi ini menunjukkan bahwa aset sitaan masih menjadi sumber penting dalam pemulihan keuangan negara.
KPK Tekankan Pemulihan Aset Harus Transparan
Mungki menegaskan bahwa pengelolaan barang sitaan dan rampasan tidak berhenti pada urusan penegakan hukum semata. Menurut dia, aset yang disita harus dioptimalkan nilainya agar kembali memberi manfaat bagi negara. Di titik inilah, lelang menjadi bagian dari strategi pemulihan kerugian keuangan negara.
KPK memastikan pengawasan atas proses lelang akan terus dilakukan agar penyerahan aset berjalan terbuka dan transparan. Dengan begitu, setiap barang rampasan yang berhasil dijual benar-benar memberi hasil maksimal bagi kas negara.
