Tether akhirnya bergerak ke tahap yang selama ini paling ditunggu pasar: audit keuangan penuh. Penerbit stablecoin USDT itu menunjuk KPMG untuk mengerjakan audit laporan keuangan inaugural, sebuah langkah yang menandai perubahan besar dari pola lama yang hanya mengandalkan pengesahan berkala atas cadangan aset. Di saat yang sama, Tether juga menggandeng PwC untuk membantu menyiapkan sistem internal agar siap menghadapi proses audit tersebut, menurut laporan Financial Times.
Langkah yang Lama Dinanti Pasar
Dalam pengumuman pada Selasa pekan ini, Tether menyebut telah memulai penugasan formal dengan firma akuntansi Big Four untuk menyelesaikan audit laporan keuangan independen pertamanya. CEO Tether Paolo Ardoino mengatakan kepercayaan lahir ketika perusahaan bersedia berada di bawah pengawasan yang transparan. Menurutnya, audit ini adalah hasil dari upaya panjang memperkuat sistem agar sesuai dengan standar keuangan global.
Selama ini, Tether lebih sering merilis pernyataan bulanan dari BDO Italia yang mengonfirmasi aset pendukung USDT. Namun, audit penuh oleh KPMG dipandang sebagai langkah yang jauh lebih jauh dibanding sekadar laporan berkala, terutama bagi perusahaan yang selama bertahun-tahun menjadi sorotan terkait transparansi cadangan dan tata kelola.
USDT Masih Jadi Penguasa Pasar Stablecoin
USDT tetap menjadi stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Data yang dikutip menunjukkan total pasokan stablecoin mencapai sekitar USD 298,9 miliar, dengan USDT menyumbang USD 184,2 miliar dari angka tersebut. Besarnya dominasi itu membuat setiap langkah Tether untuk memperkuat kredibilitas laporan keuangannya punya dampak langsung pada sentimen pasar.
Di tengah posisi USDT yang begitu besar, audit independen dari firma sekelas KPMG bisa menjadi sinyal penting bahwa Tether ingin mempersempit jarak antara ukuran bisnisnya dan standar pelaporan yang biasa dituntut dari institusi keuangan besar.
Di Balik Audit: Tekanan Transparansi dan Target Baru
Upaya menuju audit lengkap ini muncul setelah penasihat perusahaan mengusulkan penggalangan dana sebesar USD 5 miliar, turun dari target awal yang sebelumnya dikaitkan dengan valuasi USD 500 miliar. Langkah tersebut juga datang setelah Tether melaporkan laba sekitar USD 10 miliar pada tahun lalu, yang makin menempatkan perusahaan di bawah sorotan pasar dan regulator.
Bagi Tether, audit inaugural ini bukan sekadar urusan kepatuhan, melainkan juga cara menjawab pertanyaan yang sudah lama mengitari model bisnisnya: seberapa kuat fondasi keuangan di balik stablecoin terbesar di dunia.
