Industri aset digital telah mencapai titik balik penting di mana raksasa keuangan tradisional mulai merangkul teknologi blockchain. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, percaya bahwa bank-bank besar Amerika Serikat tidak lagi hanya menjadi penonton di pasar aset digital, tetapi segera akan bergabung. Pada wawancara dengan Fox Business, Garlinghouse mengungkapkan pergeseran sikap signifikan di Wall Street, di mana pemimpin industri keuangan seperti CEO BlackRock, Larry Fink, memahami nilai nyata dari teknologi blockchain.
Garlinghouse memberikan pujian kepada Larry Fink dan Blackrock sebagai salah satu pemimpin senior yang pertama kali mengakui dan menilai nilai teknologi dari blockchain. Hal ini telah mendorong bank-bank besar lainnya, termasuk JPMorgan, untuk menjadi lebih eksploratif dalam memahami dan mengeksplorasi aset digital.
Salah satu hambatan utama bagi bank dalam merangkul aset digital adalah ketidakpastian hukum. Namun, dengan Undang-Undang Clarity yang diharapkan akan menjadi panduan bagi lembaga keuangan dalam menerapkan teknologi blockchain, Garlinghouse melihatnya sebagai langkah penting. Meskipun adanya penundaan dalam penandatanganan undang-undang tersebut, Garlinghouse tetap optimis bahwa jika diresmikan, lembaga keuangan terbesar di Amerika Serikat dan dunia akan lebih tertarik untuk terlibat dalam industri aset digital.
Dengan perkembangan ini, Garlinghouse dan para pelaku pasar lainnya berharap bahwa bank-bank besar akan semakin merangkul teknologi blockchain untuk menciptakan masa depan keuangan yang lebih inovatif dan inklusif.

