JAKARTA — Arus mudik dan balik Lebaran 2026 dinilai berjalan lebih terkendali, baik dari sisi keamanan maupun kelancaran lalu lintas. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyebut tidak ada gangguan menonjol dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sementara indikator keselamatan jalan juga menunjukkan perbaikan.
Angka kecelakaan dan korban jiwa turun
Agus mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat dan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun 30 persen. Di saat yang sama, total kecelakaan lalu lintas juga tercatat menurun 7 persen. Menurut dia, capaian ini menjadi sinyal bahwa pengelolaan arus mudik tahun ini lebih efektif dibanding sebelumnya.
Koordinasi lintas pihak disebut jadi kunci
Ia menegaskan, hasil tersebut tidak lepas dari kerja bersama antara Korlantas Polri dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengamanan Lebaran. Pengaturan lalu lintas, pengawasan di lapangan, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan disebut berjalan beriringan sehingga situasi tetap terkendali.
Operasi Ketupat ditutup, pengawasan tetap berlanjut
Polri resmi menutup Operasi Ketupat 2026 setelah berlangsung 13 hari, terhitung sejak Jumat (13/3) hingga Rabu (25/3). Meski operasi utama sudah berakhir, pengawasan belum dihentikan. Saat ini, Polri masih menjalankan KRYD untuk menjaga situasi harkamtibmas, termasuk mengantisipasi arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026, sebagaimana disampaikan Agus.
Informasi ini disampaikan Agus Suryonugroho dalam keterangannya terkait evaluasi pengamanan Lebaran 2026.
