HomeCryptoAnalisis Sentimen untuk Harga Bitcoin: Naik atau Turun?

Analisis Sentimen untuk Harga Bitcoin: Naik atau Turun?

Bitcoin dan kripto lainnya diperdagangkan pada level yang lebih rendah dari sebelumnya. Hal ini terjadi seiring ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus berlanjut. Menurut the block, bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, mengalami kenaikan 0,34% dalam 24 jam terakhir menjadi USD 66.966 atau sekitar Rp 1,13 miliar. Meskipun harga bitcoin stabil, tetapi masih berada di bawah level pekan sebelumnya sekitar USD 71.000, turun 47% dari harga tertinggi sepanjang masa USD 126.080 pada Oktober 2025.

Analis Kripto dari BTC Markets, Rachael Lucas, menyatakan bahwa pelepasan risiko yang terjadi minggu lalu telah memengaruhi pergerakan harga bitcoin. Bitcoin sempat mencapai USD 72.000 pertengahan minggu lalu karena harapan terobosan diplomatik di Timur Tengah, namun kembali turun karena harapan tersebut memudar dan kekhawatiran pasokan minyak kembali muncul. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlanjut juga memperburuk kekhawatiran inflasi, yang mempengaruhi keputusan the Federal Reserve (the Fed) terkait suku bunga.

Dampak dari ketegangan geopolitik ini membuat pasar kripto masih dalam keadaan ketakutan, dengan indeks Fear & Greed dari the block menunjukkan angka 9. Analis memperkirakan bahwa harga kripto masih memiliki potensi untuk turun, dengan bitcoin kemungkinan turun ke level USD 60.000. Namun, Kepala Riet Bitrue, Andri Fauzan Adziima, mengatakan bahwa pasar tetap bergejolak dan dipengaruhi oleh berita utama, yang dapat memicu bitcoin untuk mencapai USD 60.000 atau lebih.

Perkembangan konflik AS-Iran dan harga minyak akan terus memengaruhi pasar kripto dalam waktu dekat. Konsumen diharapkan untuk tetap memantau situasi ini untuk memahami sentimen pasar yang dapat berdampak pada harga bitcoin dan kripto lainnya.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer