Olahraga

FC Twente Melepas Mees Hilgers, Keputusan Kontroversial

FC Twente mengambil langkah yang memunculkan tanda tanya besar di ruang ganti maupun di kalangan pendukung. Di tengah upaya memperkuat fondasi tim, klub justru memberi sinyal tegas dengan menyingkirkan Mees Hilgers dari rencana utama, sebuah keputusan yang terasa semakin kontras jika melihat bagaimana mereka memperlakukan Max Bruns.

Bruns Masih Dipertahankan Meski Minim Menit Bermain

Musim 2025/2026 berjalan berat bagi Max Bruns. Bek muda itu baru tampil dalam 13 pertandingan, dan lima di antaranya hanya sebagai pemain pengganti. Situasinya makin rumit setelah ia sempat menepi karena cedera antara Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Sebelum cedera, Bruns sempat menjadi pilihan utama. Namun, sejak John van den Brom mengambil alih, perannya menyusut dan ia lebih sering menghabiskan laga di bangku cadangan. Meski kontribusinya di lapangan terbatas, FC Twente justru memperpanjang kontraknya.

Kontras dengan Nasib Hilgers

Keputusan tersebut terasa janggal jika dibandingkan dengan nasib Mees Hilgers. Bek tersebut kerap diganggu cedera dan juga disebut mengalami gesekan dengan manajemen klub. Dalam kondisi seperti itu, Hilgers justru berada di posisi yang lebih rawan tersisih.

Perbedaan perlakuan ini membuat langkah Twente dipandang kontroversial. Di satu sisi, klub memberi kepercayaan baru kepada Bruns yang minim menit bermain. Di sisi lain, Hilgers yang pernah punya peran penting justru dipinggirkan.

Twente Berbenah di Lini Belakang

Twente sendiri tidak diam. Klub mendatangkan Stav Lemkin untuk memperkuat sektor pertahanan, sementara Ruud Nijstad kini mulai dipercaya sebagai pilihan utama di jantung belakang tim.

Rangkaian perubahan ini menunjukkan bahwa Twente sedang menyusun ulang struktur pertahanannya. Namun, di balik itu, keputusan melepas Hilgers tetap menjadi sorotan karena datang bersamaan dengan upaya klub mempertahankan Bruns, meski catatan penampilannya belum benar-benar meyakinkan.