Harga Bitcoin kembali terseret sentimen geopolitik setelah pernyataan terbaru Donald Trump memicu gelombang jual di pasar aset digital. Pada Rabu, Bitcoin turun 2,2% ke level USD 66.609, menghapus kenaikan yang sempat terbentuk sehari sebelumnya. Tekanan juga menjalar ke deretan kripto besar lain, dengan Solana menjadi salah satu yang paling terpukul.
Pidato Trump Membalikkan Sentimen Pasar
Penurunan ini terjadi tak lama setelah Trump menyampaikan pidato yang berisi ancaman untuk menghantam Iran “dengan sangat keras” dalam beberapa minggu ke depan. Ucapan tersebut langsung membalikkan optimisme pasar yang sebelumnya sempat menguat setelah komentar Trump yang lebih lunak, ketika ia sempat menyebut perang bisa berakhir dalam hitungan minggu.
Namun, pidato terbaru itu tidak membawa kejelasan kebijakan. Tidak ada rincian soal langkah operasi yang akan ditempuh, dan juga tidak ada sinyal menuju gencatan senjata. Ketidakpastian inilah yang kemudian menekan aset berisiko, termasuk kripto.
Solana Memimpin Penurunan di Antara Kripto Besar
Di antara 10 token terbesar, Solana mencatat pelemahan paling dalam. SOL turun 5,2% dan memperpanjang penurunan mingguan menjadi 13%. Ether ikut terkoreksi 2,2% ke USD 2.056, BNB jatuh 3,9% ke USD 591, sedangkan XRP melemah 2,5% ke USD 1,31.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya menimpa Bitcoin, tetapi juga merata ke aset kripto utama yang biasanya bergerak searah saat pasar diliputi kekhawatiran makro dan geopolitik.
Minyak Naik, Aset Risiko Tertekan
Di pasar lain, pernyataan Trump soal Selat Hormuz ikut memicu reaksi besar. Ia mengatakan jalur tersebut akan dibuka kembali secara alami setelah ketegangan mereda. Pernyataan itu mendorong harga minyak mentah Brent naik 5% hingga menembus di atas USD 106 per barel.
Lonjakan minyak kemudian menekan sentimen global. Saham-saham Asia turun 2,1%, kontrak berjangka ekuitas AS dan Eropa terkoreksi lebih dari 1,2%, sementara dolar menguat dan obligasi pemerintah AS melemah karena pasar khawatir inflasi bisa ikut terdorong naik. Menurut laporan pasar yang dikutip dari Reuters, kombinasi faktor ini membuat investor kembali menjauh dari aset berisiko, termasuk kripto.
