Pendidikan di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, tetap dipertahankan meski para murid harus belajar di tenda dan ruang darurat. Di tengah keterbatasan pascabencana, pemerintah daerah memastikan 220 siswa SD dan SMP masih bisa mengikuti kegiatan belajar tanpa harus berhenti sekolah.
220 Murid Tetap Belajar Meski Fasilitas Terbatas
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, mengatakan para siswa di Beutong Ateuh tetap masuk sekolah meski gedung lama tidak lagi bisa digunakan akibat banjir. Total ada 220 murid yang kini belajar dalam kondisi darurat, terdiri dari 97 siswa SMP Negeri Beutong Ateuh dan 123 siswa SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang.
Menurut Zulkifli, keberadaan sekolah darurat menjadi langkah agar proses belajar tidak terputus. Pemerintah daerah memilih tetap membuka layanan pendidikan meski sarana yang tersedia jauh dari ideal.
Sekolah Darurat Dipindah ke Gedung Tak Terpakai
Untuk sementara, ruang belajar SMP Beutong Ateuh dipindahkan ke gedung milik Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM yang sebelumnya tidak digunakan. Keputusan ini diambil karena bangunan sekolah lama sudah tidak layak dipakai setelah terdampak bencana pada Desember 2025.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, agar layanan pendidikan tetap berjalan setelah bencana. Pemerintah daerah menempatkan kelangsungan sekolah sebagai prioritas, sekalipun harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang serba terbatas.
Pemulihan Psikologis Juga Jadi Perhatian
Selain memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung, para siswa juga mendapat pendampingan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana. Sebagian besar tenaga pengajar berasal dari daerah setempat sehingga proses belajar bisa terus berjalan dengan lebih dekat dan stabil.
Sejumlah pihak, termasuk mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat, turut terlibat dalam program trauma healing bagi para murid. Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya menegaskan, sekolah darurat di Beutong Ateuh Banggalang sejauh ini masih berjalan baik dan menjadi solusi sementara agar anak-anak tidak kehilangan hak belajarnya.
