Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan arahan kepada jajaran pejabat baru Kementerian Kebudayaan untuk memastikan bahwa setiap program pemajuan kebudayaan benar-benar memberikan manfaat yang nyata dan terukur bagi masyarakat luas. Fadli menekankan pentingnya mengurangi prosedur yang tidak efisien dan tidak memberikan nilai tambah, serta memperkuat efisiensi, koordinasi, dan pengambilan keputusan yang berdampak positif. Sinergi di antara internal Kementerian dan para pemangku kepentingan juga menjadi fokus penting dalam arahannya.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan pihak non-pemerintah guna mendukung program pemajuan kebudayaan. Fadli juga menyoroti pentingnya menguatkan empat pilar kebijakan kebudayaan, seperti internalisasi nilai pendidikan dan ekonomi budaya. Transformasi digital juga didorong sebagai langkah untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat dan pelaku budaya.
Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Fadli Zon melantik sejumlah pejabat yang diharapkan mampu menunjukkan kepemimpinan yang adaptif, efektif, dan profesional. Dukungan dari seluruh unit kerja di Kementerian Kebudayaan diyakini akan meningkatkan pencapaian Indeks Pemajuan Kebudayaan secara nasional. Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, juga menekankan pentingnya keterkaitan antara kebudayaan dan peningkatan ekonomi rakyat di daerah.
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo turut hadir dalam pelantikan tersebut, yang menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Semua upaya yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan memperkuat keberadaan warisan budaya Indonesia.

