Rosatom mempercepat langkah keluar dari Iran setelah situasi keamanan di sekitar PLTN Bushehr memburuk. Perusahaan nuklir milik negara Rusia itu kini memasuki fase utama evakuasi stafnya dari fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di Iran selatan, menyusul meningkatnya risiko di lapangan.
198 Staf Rosatom Dievakuasi Lewat Jalur Darat
Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev, mengatakan sebanyak 198 personel tengah dipindahkan menggunakan bus menuju perbatasan Iran-Armenia. Ia menyebut proses ini sebagai tahap utama evakuasi dan berharap para staf bisa melewati hampir seluruh wilayah Iran dalam dua hingga tiga hari ke depan sebelum kembali ke Rusia.
Iran dan Armenia Didorong Amankan Rute Perjalanan
Menurut Likhachev, pihak Iran telah berupaya menjaga keamanan jalur yang dilalui rombongan Rosatom, sementara koordinasi dengan pemerintah Armenia juga berlangsung baik. Para ahli nuklir Rusia yang bertugas di PLTN Bushehr disebut akan meninggalkan kawasan itu melalui Bandara Yerevan, sebagai bagian dari skema pemulangan yang disiapkan.
Serangan di Dekat Bushehr Picu Kekhawatiran Baru
Langkah evakuasi ini tidak lepas dari memburuknya situasi keamanan di sekitar fasilitas tersebut. Organisasi Energi Atom Iran sebelumnya melaporkan adanya serangan proyektil di dekat PLTN Bushehr yang menewaskan seorang petugas keamanan. Insiden itu menjadi serangan keempat sejak rangkaian serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, menurut laporan yang sama.
PLTN Bushehr sendiri terletak sekitar 17 kilometer di sebelah tenggara Kota Bushehr dan mulai beroperasi pada September 2011 setelah dibangun melalui kerja sama dengan Rusia. Pada November 2014, Iran dan Rusia juga menandatangani kesepakatan untuk menambah dua reaktor di fasilitas tersebut.
Atribusi sumber: laporan ini disusun berdasarkan pernyataan Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev serta keterangan Organisasi Energi Atom Iran.
