Lebih dari 10 ribu lulusan SMA dan SMK sederajat resmi memulai Pelatihan Vokasi Nasional 2026 tahap pertama. Program yang digelar serentak sejak 1 April 2026 ini menjadi salah satu langkah paling konkret pemerintah untuk memperluas akses pelatihan kerja sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.
Batch pertama dimulai serentak di berbagai lembaga pelatihan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, tahap awal program ini diikuti 10.405 peserta yang dinyatakan lolos dari total 29.850 pendaftar melalui platform Skillhub. Seleksi dilakukan melalui jalur reguler dan kerja sama afirmatif dengan mitra industri. Para peserta kini tersebar di berbagai lembaga pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.
Target 70 ribu peserta dan akses yang lebih merata
Tahun ini, pemerintah menargetkan 70.000 peserta yang akan dibiayai melalui APBN. Menaker menegaskan, pelaksanaan secara serentak dipilih agar kesempatan pelatihan tidak menumpuk di wilayah tertentu, melainkan bisa diakses lebih merata oleh pencari kerja di berbagai daerah. Program ini juga disebut inklusif karena membuka peluang yang sama bagi penyandang disabilitas untuk ikut serta.
Separuh peserta sudah terhubung dengan peluang kerja
Di luar jumlah peserta, program ini langsung menunjukkan hasil awal yang cukup berarti. Sebanyak 50 persen peserta batch pertama tercatat memiliki komitmen penempatan kerja setelah pelatihan selesai. Selama mengikuti program, peserta mendapat pelatihan gratis, bantuan transportasi, sertifikat pelatihan dan kompetensi, serta fasilitas asrama untuk pelatihan tertentu. Skema ini dirancang agar peserta bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya dasar.
Berdasarkan keterangan Menaker Yassierli, Pelatihan Vokasi Nasional 2026 disusun bukan sekadar sebagai agenda pelatihan rutin, melainkan sebagai instrumen untuk menghasilkan keterampilan yang benar-benar terpakai di pasar kerja. Dengan dukungan fasilitas dan keterhubungan ke industri, program ini diposisikan sebagai jalur cepat bagi lulusan muda untuk naik kelas di dunia kerja.
