Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Vaksinasi Campak untuk Dokter Internship di Indonesia

09 April 2026 • 06:41 WIB

Kementerian Kesehatan memperluas sasaran vaksinasi campak dewasa dengan menyasar dokter internship di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penularan campak, terutama setelah sejumlah wilayah melaporkan kejadian luar biasa (KLB).

Dokter internship ikut diprioritaskan

Selain dokter internship, pemerintah juga menempatkan tenaga medis dan tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi sebagai kelompok prioritas. Totalnya, ada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang masuk dalam program vaksinasi campak dewasa di wilayah tersebut.

Secara nasional, Kemenkes juga menargetkan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani internship untuk menerima vaksinasi. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan kelompok yang sehari-hari berhadapan langsung dengan pasien dan berisiko tertular.

Stok vaksin MR disiapkan hingga 5,5 bulan

Kemenkes menyebut ketersediaan vaksin measles-rubella (MR) saat ini mencapai 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia. Jumlah itu disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 5,5 bulan, dengan pertimbangan agar distribusi tetap terkendali dan stok tidak menumpuk terlalu lama hingga berisiko rusak.

Di tengah kebutuhan yang besar, pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan vaksin harus dilakukan hati-hati agar pasokan tetap aman sampai ke daerah-daerah yang membutuhkan.

Distribusi dipantau lewat sistem elektronik

Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, Kemenkes menggunakan Sistem Pemantauan Logistik Imunisasi Elektronik atau SMILE. Melalui sistem ini, pergerakan vaksin dapat dipantau secara real-time hingga tingkat puskesmas.

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan, pemantauan digital tersebut diharapkan membuat pelaksanaan vaksinasi campak dewasa lebih efisien, sekaligus meminimalkan hambatan logistik di lapangan. Di saat kasus campak masih menjadi perhatian di beberapa daerah, ketepatan distribusi vaksin menjadi kunci agar perlindungan bagi tenaga kesehatan tidak tertunda.