Imunisasi campak untuk tenaga kesehatan kini resmi berjalan, dan hari pertama pelaksanaannya langsung menyasar kelompok yang paling rentan terpapar di rumah sakit. Hingga sore ini, 565 nakes dan tenaga medis telah menerima vaksin measles rubella (MR) sebagai bagian dari upaya perlindungan di fasilitas layanan kesehatan.
14 Provinsi Jadi Prioritas
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dokter Andi Saguni, menjelaskan program ini difokuskan pada 14 provinsi dengan jumlah kasus campak tertinggi. Selain tenaga kesehatan, vaksinasi juga diberikan kepada dokter internship di seluruh Indonesia agar perlindungan awal di lingkungan kerja medis bisa segera terbentuk.
Rumah Sakit Mulai Bergerak
Pelaksanaan imunisasi sudah terlihat di sejumlah rumah sakit. Di RSUD Kota Bandung, sebanyak 160 tenaga kesehatan yang bertugas di IGD, ICU, PICU, serta para dokter, termasuk dokter internship, telah divaksin pada hari pertama. Dokter internship RSUD Kota Bandung, Rizky Fernanda, menilai langkah ini penting untuk menekan risiko penularan campak di lingkungan rumah sakit yang setiap hari dipenuhi aktivitas pasien.
Di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, 100 tenaga kesehatan dan tenaga medis juga sudah menerima imunisasi campak. Mereka terdiri dari dokter, perawat, residen, hingga koas yang berhadapan langsung dengan pasien dalam rutinitas kerja.
Antisipasi Penularan di Lingkungan Kerja Medis
Respons serupa datang dari RS Adam Malik Medan. Rumah sakit itu menerima 16 vial vaksin MR untuk diberikan kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis. Direktur Utama RS Adam Malik Medan, dokter Zainal Safri, menyambut langkah ini dan berharap tidak muncul kasus campak pada orang dewasa, terutama di kalangan tenaga medis yang bekerja di rumah sakit.
Data hari pertama menunjukkan imunisasi ini bukan sekadar program administratif, melainkan langkah pencegahan yang langsung diarahkan ke garda terdepan layanan kesehatan, di tengah risiko penularan yang tetap harus diwaspadai di ruang-ruang perawatan.
