Pendiri Binance, Changpeng Zhao, menuding ada dorongan besar dari para pesaing di Amerika Serikat untuk menggagalkan pengampunannya. Dalam memoar setebal lebih dari 300 halaman, Zhao menggambarkan bagaimana urusan hukum yang menimpanya tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan Binance, tetapi juga berubah menjadi pertarungan kepentingan bisnis di industri kripto AS.
Dugaan uang besar di balik upaya blokir pengampunan
Menurut Zhao, sejumlah bursa kripto di Amerika Serikat disebut mengeluarkan dana besar untuk mencegah pengampunannya. Ia menilai langkah itu tidak lepas dari kekhawatiran bahwa jika dirinya mendapat pengampunan, Binance berpeluang kembali memperkuat posisi di pasar AS dan menambah tekanan persaingan bagi pemain lokal.
Dalam memoarnya, Zhao juga menyoroti pemberitaan dari Wall Street dan Bloomberg yang menurutnya memiliki motif tersembunyi. Ia tidak menjelaskan secara rinci semua pihak yang dimaksud, tetapi menegaskan bahwa narasi yang berkembang saat itu tidak bisa dilepaskan dari kepentingan bisnis yang sedang bertarung di balik layar.
Lobi politik dan perusahaan dengan akses ke lingkaran berpengaruh
Zhao turut menyinggung penggunaan jalur lobi untuk menghambat pengampunannya. Ia menyebut ada pembayaran besar kepada perusahaan yang dikenal memiliki kedekatan dengan pihak-pihak berpengaruh. Bagi Zhao, pola itu menunjukkan bahwa perkara yang semula tampak sebagai isu hukum berubah menjadi kampanye pengaruh yang lebih luas.
Ia juga mengaitkan upaya tersebut dengan dinamika politik di Washington, di mana keputusan terkait pengampunan tidak hanya dibaca sebagai langkah hukum, tetapi juga sebagai sinyal terhadap arah kebijakan kripto di Amerika Serikat.
Pengampunan Trump dan benturan dengan agenda pro-kripto
Donald Trump memberikan pengampunan kepada Changpeng Zhao pada Oktober 2025, setelah pendiri Binance itu mengakui kesalahan terkait lemahnya kontrol anti pencucian uang di perusahaannya. Pengakuan itu menjadi titik penting dalam kasus yang sebelumnya menempatkan Zhao dalam posisi defensif di hadapan otoritas AS.
Zhao kemudian menilai bahwa upaya memblokir pengampunannya justru bertentangan dengan visi Trump yang ingin menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat kripto. Dalam pandangannya, jika Washington benar-benar ingin memperkuat industri aset digital, maka perang pengaruh antarperusahaan semestinya tidak dibiarkan menentukan arah kebijakan publik.
