Hepatitis sering kali tidak terasa di awal, tetapi dampaknya bisa sangat serius ketika kerusakan hati sudah berjalan jauh. Di Indonesia, perhatian terbesar masih tertuju pada hepatitis B dan hepatitis C, dua jenis infeksi yang kerap dikaitkan dengan gangguan hati berat hingga berujung pada transplantasi.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti bahwa hepatitis menjadi salah satu penyebab utama kebutuhan transplantasi hati di Indonesia. Karena itu, menurutnya, pencegahan sejak dini jauh lebih penting daripada menunggu kondisi memburuk dan merusak organ secara permanen.
Hepatitis B dan C Masih Jadi Ancaman Serius
Hepatitis bukan sekadar infeksi yang bisa dianggap ringan. Bila tidak dikenali dan dicegah lebih awal, penyakit ini dapat berkembang diam-diam, lalu menyerang fungsi hati sedikit demi sedikit. Dalam banyak kasus, hepatitis B dan hepatitis C menjadi faktor utama yang mendorong kerusakan hati ke tahap berat.
Dante menegaskan bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap sumber penularan. Semakin kecil paparan risiko, semakin besar peluang hati tetap sehat dan terhindar dari kerusakan yang sulit dipulihkan.
Perilaku Sehari-hari Berpengaruh Besar
Pencegahan hepatitis tidak selalu rumit. Langkah sederhana justru bisa memberi perlindungan besar, mulai dari menghindari hubungan seksual dengan banyak pasangan hingga menjauhi konsumsi alkohol yang dapat memperberat kerja hati.
Untuk hepatitis B, penularan bisa terjadi melalui cairan tubuh penderita, transfusi darah, dan penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi. Karena itu, kehati-hatian dalam tindakan medis serta kebiasaan hidup bersih menjadi bagian penting dalam memutus risiko penularan.
Waspada Sebelum Kerusakan Hati Terjadi
Pesan yang disampaikan Dante juga ditujukan kepada donor maupun orang yang masih merasa sehat. Menjaga hati bukan hanya soal menghindari infeksi, tetapi juga tentang menghindari kebiasaan yang bisa mempercepat kerusakan organ vital tersebut.
Sebagaimana disampaikan dalam keterangan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, menjaga hati tetap aman jauh lebih masuk akal daripada menunggu penyakit masuk ke fase berat. Dalam kasus hepatitis, langkah pencegahan kecil hari ini bisa menentukan nasib kesehatan hati di masa depan.
