Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Berita

Dubes Sebut Iran Menang, AS Terpaksa Terima 10 Tuntutan Gencatan

12 April 2026 • 01:01 WIB

Iran mengklaim keluar sebagai pihak yang diuntungkan setelah 40 hari ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam versi Teheran, Washington pada akhirnya harus menerima kerangka 10 tuntutan gencatan senjata yang diajukan Iran sebagai pintu masuk menuju pembicaraan damai. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyebut negosiasi lanjutan akan segera digelar di Islamabad, Pakistan.

Teheran Klaim Bisa Patahkan Skema Perang Singkat

Boroujerdi mengatakan Iran bukan sekadar bertahan dari serangan, tetapi juga melakukan balasan ke sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat dan Israel. Menurut dia, respons itu membuat rencana perang kilat yang diharapkan lawan tidak berjalan sesuai skenario.

Dalam penjelasannya, tekanan militer justru membuka jalan menuju diplomasi. Iran, kata Boroujerdi, berhasil menjaga posisinya sambil mendorong lawan masuk ke meja perundingan.

10 Tuntutan Jadi Kerangka Awal Pembicaraan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, juga menyampaikan bahwa kerangka kerja berisi 10 poin yang diusulkan Teheran telah diterima sebagai dasar dialog dengan Amerika Serikat. Dari sejumlah poin itu, Iran menyoroti dua hal utama: pengakuan atas hak memperkaya uranium dan pencabutan sanksi AS.

Teheran menilai kedua isu tersebut bukan pelengkap, melainkan inti dari pembahasan yang dianggap serius. Karena itu, Iran menempatkannya sebagai syarat awal sebelum pembicaraan bergerak lebih jauh.

Gencatan Senjata Tidak Boleh Setengah Jalan

Di sisi lain, Iran menegaskan kesepakatan apa pun tidak cukup hanya menghentikan baku tembak. Menurut Teheran, gencatan senjata harus menyentuh seluruh front permusuhan, termasuk situasi di Lebanon.

Boroujerdi menambahkan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama Iran. Namun, ia menegaskan Teheran tidak akan menerima agresi baru jika serangan kembali dilancarkan.