Suaraberita.biz - Berita Terbaru Hari Ini
Portal berita online yang menyajikan update terbaru seputar kriminal, tekno, otomotif, olahraga, kesehatan, wisata, gaya hidup, dan crypto
Kesehatan

Obesitas Usia 20-an Meningkatkan Risiko Kematian Dini hingga 70%

13 April 2026 • 04:41 WIB

Obesitas di usia 20-an sering dianggap masalah sementara, seolah cukup diselesaikan nanti saat sudah merasa “siap”. Padahal, menurut pakar kesehatan, kebiasaan yang dibiarkan pada fase ini justru bisa meninggalkan jejak panjang pada tubuh. Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi dari Health Collaborative Center (HCC) Indonesia menegaskan, obesitas di usia muda bukan hanya soal bentuk tubuh, melainkan sinyal adanya gangguan metabolik yang bisa berkembang diam-diam.

Usia Muda Bukan Jaminan Aman

Temuan penelitian dari Universitas Lund, Swedia, menunjukkan bahwa obesitas yang terjadi pada rentang usia 17–29 tahun dapat meningkatkan risiko kematian dini hingga 70 persen. Angka ini menempatkan obesitas pada usia muda sebagai persoalan yang jauh lebih serius daripada sekadar urusan estetika.

Dr. Ray mengingatkan bahwa risiko tersebut tidak berhenti pada penambahan berat badan. Dalam jangka panjang, obesitas dapat memicu penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hipertensi, hingga perlemakan hati. Selain itu, kondisi ini juga dapat berdampak pada keseimbangan hormon, memicu stres, dan perlahan menurunkan kepercayaan diri.

Kebiasaan Harian yang Diam-Diam Menumpuk Risiko

Penyebab obesitas di usia muda umumnya berhubungan dengan gaya hidup yang tidak seimbang. Pola makan tinggi gula dan lemak, kurang gerak, terlalu lama duduk, tidur yang tidak cukup, serta stres menjadi kombinasi yang sering mendorong kenaikan berat badan berlebih.

Persoalannya, banyak orang baru bereaksi setelah tubuh mulai mengirimkan keluhan. Padahal, perubahan metabolisme akibat obesitas bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas di awal. Saat tanda-tandanya terasa, risiko penyakit kronis bisa saja sudah ikut menguat.

Pencegahan yang Sederhana, Tapi Sering Diabaikan

Meski terdengar berat, pencegahan obesitas tidak selalu menuntut langkah ekstrem. Bergerak lebih aktif, mengurangi makanan tidak sehat, menjaga jam tidur, dan mengatur pola makan secara lebih teratur sudah menjadi langkah dasar yang penting.

Kuncinya ada pada konsistensi, bukan perubahan besar yang sulit dipertahankan. Kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus justru lebih efektif menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang berada di usia produktif dan kerap merasa tubuh masih sanggup menahan pola hidup sembarangan.