Calon Gubernur Bank Sentral Korsel Dukung Stablecoin Denominasi Won

Di saat banyak bank sentral masih berhitung soal risiko aset digital, Shin Hyun-song justru mengirim sinyal yang lebih terbuka. Calon Gubernur Bank of Korea itu menyatakan dukungan terhadap kehadiran stablecoin berdenominasi won, sebuah posisi yang bisa memengaruhi arah debat uang digital di Korea Selatan menjelang uji kelayakan dirinya di parlemen.
Dalam keterangan tertulis kepada parlemen pada Senin, 13 April 2026, Shin menempatkan stablecoin bukan sebagai gangguan bagi sistem moneter, melainkan sebagai bagian dari desain keuangan masa depan. Pandangan ini membuat namanya menjadi sorotan, terutama karena ia akan menjalani sidang konfirmasi pada Rabu pekan ini.
Stablecoin Won Tidak Harus Bertabrakan dengan CBDC
Shin menilai stablecoin dalam mata uang won dapat bergerak berdampingan dengan mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC), termasuk token deposito. Baginya, ketiganya tidak harus diperlakukan sebagai pesaing langsung, melainkan sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam sistem pembayaran digital yang terus berkembang.
Pernyataan itu penting karena memberi kesan bahwa Bank of Korea di bawah kepemimpinan baru mungkin mengambil pendekatan yang lebih adaptif terhadap aset digital. Alih-alih langsung menutup ruang bagi stablecoin, Shin tampak mendorong kerangka yang mengatur dan menempatkannya secara hati-hati.
Jejak Uji Coba Uang Digital Korea Selatan Sudah Lebih Dulu Berjalan
Sikap Shin bukan muncul dari ruang hampa. Bank sentral Korea Selatan sebelumnya sudah terlibat dalam pengujian CBDC bersama Bank for International Settlements pada 2023. Proyek itu menjadi bagian dari upaya mengukur kesiapan infrastruktur pembayaran digital di negara tersebut.
Rekam jejak Shin yang pernah bekerja di Bank for International Settlements juga membuat pandangannya dianggap dekat dengan agenda pengembangan uang digital yang lebih luas. Karena itu, dukungannya terhadap stablecoin berdenominasi won dipandang sebagai kelanjutan dari arah riset yang sudah lebih dulu dibangun.
Utang Rumah Tangga dan Cadangan Devisa Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Di luar isu stablecoin, Shin juga menyoroti tantangan klasik ekonomi Korea Selatan, terutama tingginya utang rumah tangga. Ia menegaskan bahwa upaya pengurangan utang harus tetap dijalankan bersamaan dengan kebijakan menjaga stabilitas harga, yang menurutnya masih berada pada level tinggi.
Ia juga mengingatkan perlunya kehati-hatian dalam kebijakan pemerintah terkait pemilik beberapa rumah dan pajak properti yang tinggi. Selain itu, laporan media lokal menyebut Shin membuka kemungkinan bank sentral mempertimbangkan diversifikasi cadangan devisa, termasuk melalui investasi pada dana yang diperdagangkan di bursa emas atau ETF emas.



