eToro Akuisisi Zengo: Langkah Strategis di Industri Dompet Kripto

eToro Akhirnya Buka Layanan Kripto di New York, Langkah yang Ditunggu Setelah BitLicense Terbit
Setelah menunggu lebih dari tiga tahun sejak mengantongi BitLicense, eToro resmi mulai melayani pelanggan kripto di New York. Langkah ini menandai perluasan penting bagi platform perdagangan tersebut, terutama di salah satu wilayah paling ketat dalam pengawasan aset digital di Amerika Serikat.
Menurut laporan The Block, eToro pada tahap awal menawarkan sekitar 20 token untuk pengguna di negara bagian itu. Kepala eToro AS, Andrew McCormick, menyebut perusahaan masih membuka peluang untuk menambah jumlah aset kripto seiring waktu berjalan.
Masuk New York dengan daftar aset yang masih terbatas
Di luar New York dan sejumlah negara bagian lain di AS, eToro saat ini menawarkan sekitar 115 aset kripto. Selain kripto, platform ini juga menyediakan berbagai kelas aset lain, termasuk saham, ETF, indeks, mata uang, dan komoditas.
Pembatasan jumlah token di New York menunjukkan bahwa eToro memilih langkah bertahap untuk menyesuaikan diri dengan aturan lokal. Bagi perusahaan, ini bukan sekadar membuka akses pasar baru, tetapi juga membangun pijakan operasional di wilayah yang sejak lama dikenal sangat selektif terhadap bisnis kripto.
Staking juga masuk radar, tapi masih menunggu lampu hijau
eToro tidak berhenti pada peluncuran awal ini. Perusahaan juga berencana menghadirkan layanan staking di New York dan saat ini masih berdiskusi dengan regulator untuk mewujudkannya.
BitLicense yang diterima eToro pada Februari 2023, menurut situs Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York, memberi dasar hukum bagi perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnis terkait kripto secara sah di wilayah tersebut. Namun, izin seperti ini tidak otomatis berarti layanan langsung diluncurkan. Dalam praktiknya, banyak perusahaan memilih menunggu kesiapan operasional dan kepastian kepatuhan sebelum benar-benar masuk ke pasar.
New York tetap jadi pasar yang sulit ditembus
Sejak diperkenalkan pada 2015, kurang dari 40 perusahaan telah disetujui untuk memperoleh BitLicense. Meski begitu, tidak semuanya benar-benar meluncurkan layanan kripto di New York. Sebagian perusahaan, seperti eToro, membentuk entitas hukum terpisah agar bisa beroperasi di sana, sementara yang lain, termasuk Kraken, memilih tidak masuk ke negara bagian tersebut sama sekali.
Dengan peluncuran terbaru ini, eToro menambah daftar perusahaan yang akhirnya memanfaatkan lisensi itu secara aktif. Bagi pengguna di New York, kehadiran layanan kripto eToro membuka akses yang sebelumnya belum tersedia, meski masih dalam format terbatas dan bertahap.
Atribusi sumber: informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan laporan The Block serta keterangan resmi Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York.



