India menghadapi tekanan baru dalam perdagangan luar negerinya setelah pemerintah melaporkan defisit dagang yang membengkak pada tahun fiskal 2025-2026. Ketimpangan ini muncul ketika laju impor bergerak lebih cepat dibanding ekspor, sehingga neraca perdagangan kembali berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.
Defisit Menembus 119,3 Miliar Dolar AS
Berdasarkan laporan resmi pemerintah India, defisit perdagangan pada periode tersebut mencapai 119,3 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan selisih yang lebar antara barang yang masuk dan yang keluar dari negara itu, sekaligus menandakan tekanan pada sektor perdagangan eksternal India.
Impor Tumbuh Lebih Kuat Dibanding Ekspor
Lonjakan impor menjadi faktor utama di balik membesarnya defisit. Dalam periode yang sama, impor India tercatat naik 6,47 persen, sedangkan ekspor hanya tumbuh 4,22 persen. Kesenjangan pertumbuhan ini membuat neraca dagang semakin berat dan memperlihatkan bahwa daya dorong ekspor belum cukup kuat untuk mengimbangi kebutuhan impor.
Ketidakseimbangan yang Perlu Segera Ditangani
Perbedaan laju tersebut menegaskan adanya ketidakseimbangan dalam struktur perdagangan India. Pemerintah kini dihadapkan pada tugas untuk menelusuri penyebab utama, mulai dari pola permintaan domestik hingga daya saing ekspor, agar solusi yang diambil tidak berhenti pada penanganan jangka pendek. Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan Antara.
