Krisis pendanaan ventura yang melanda banyak sektor justru membuka ruang baru bagi perusahaan kripto untuk bergerak lebih cepat. Di tengah tekanan modal, industri ini tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai membangun ulang produknya dengan AI sebagai mesin utama. Pergeseran itu terlihat jelas dari porsi investasi yang mengalir ke perusahaan kripto berbasis AI pada 2025.
AI Jadi Magnet Baru di Tengah Modal yang Menyusut
Binance Research, mengutip data dari Silicon Valley Bank, mencatat bahwa 40 sen dari setiap dolar AS modal ventura yang masuk ke perusahaan kripto pada 2025 dialokasikan ke proyek yang menggabungkan AI dan kripto. Angka ini naik tajam dibandingkan 18 sen pada tahun sebelumnya. Bagi industri yang terbiasa bergerak di tengah volatilitas, lonjakan ini menunjukkan bahwa investor kini melihat AI bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen inti.
Peran AI di sektor ini juga berubah. Jika sebelumnya hanya diposisikan sebagai co-pilot, kini AI mulai dipakai sebagai agen otonom yang mampu memantau kondisi pasar dan mengeksekusi perdagangan secara otomatis. Perubahan fungsi ini membuat AI semakin melekat pada produk dan infrastruktur kripto, bukan lagi berdiri sebagai fitur tambahan.
Gelombang AI Global Mendorong Arah Industri Kripto
Tren yang sama terlihat di level global. Binance Research menyoroti bahwa perusahaan AI berhasil mengumpulkan sekitar USD 242 miliar pada kuartal I 2026, atau sekitar 80% dari total pendanaan ventura dunia. Di sisi lain, Gartner memperkirakan belanja global untuk AI akan mencapai USD 2,52 triliun pada tahun ini. Besarnya arus modal ke AI ikut memperkuat keyakinan bahwa sektor ini akan terus menjadi pusat perhatian investor.
Binance Research menilai fenomena tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan. Ketika modal besar mengalir ke satu area, sektor-sektor yang terkait biasanya ikut terdorong. Dalam konteks kripto, AI menjadi jalur paling logis untuk mempercepat pengembangan produk, memangkas siklus inovasi, dan menyesuaikan strategi bisnis di tengah kompetisi yang semakin ketat.
Kripto Lebih Cepat Mengadopsi AI Dibanding Keuangan Tradisional
Meski hampir semua sektor kini berlomba mengintegrasikan AI, platform kripto dinilai lebih gesit dibandingkan sektor keuangan tradisional. Kecepatan adopsi ini memberi keunggulan tersendiri bagi perusahaan kripto yang ingin tetap relevan saat pendanaan ventura tidak lagi seleluasa sebelumnya. Dalam situasi seperti ini, efisiensi dan otomatisasi menjadi nilai jual yang makin menentukan.
Dengan AI yang semakin masuk ke inti produk dan operasional, arah perkembangan industri kripto tampak makin jelas: bukan hanya soal aset digital, tetapi juga soal bagaimana perusahaan membangun sistem yang bisa bekerja lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih mandiri. Temuan Binance Research memperlihatkan bahwa adaptasi terhadap AI kini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan salah satu penentu daya saing utama di sektor kripto.
