Berita

Belasan Rumah Warga Rusak akibat Gelombang Laut di Sulteng

Gelombang Laut Hantam Pesisir Banggai Laut, 15 Rumah Warga Rusak

Gelombang laut tinggi kembali memukul permukiman di pesisir Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, sedikitnya 15 rumah warga terdampak dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu sekitar pukul 03.00 Wita, saat sebagian besar warga masih terlelap.

Kerusakan Terjadi di Tiga Titik Pesisir

Kerusakan dilaporkan menyebar di sepanjang pesisir Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, serta Desa Lambako dan Pasir Putih, Kecamatan Banggai. Dari 15 rumah yang terdampak, tujuh unit mengalami kerusakan ringan, sementara delapan lainnya rusak berat.

Rumah-rumah yang terdampak umumnya berdiri sangat dekat dengan garis pantai. Sebagian besar bangunannya berdinding papan dan beratap anyaman daun kelapa atau nipah, sehingga lebih rentan saat diterjang gelombang dan banjir rob.

Banjir Rob Jadi Ancaman bagi Hunian Warga

Selain merusak bangunan, gelombang tinggi yang disertai banjir rob juga menimbulkan ancaman bagi rumah-rumah lain di kawasan pesisir tersebut. Kondisi ini membuat warga yang tinggal di garis pantai harus bersiap menghadapi potensi dampak lanjutan jika cuaca laut belum membaik.

BNPB menyebut, meski rincian kondisi 15 keluarga penghuni rumah terdampak tidak dijelaskan secara detail, mereka kini mendapat pendampingan dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banggai Laut.

Respons Darurat Sudah Dijalankan

Upaya tanggap darurat telah dilakukan untuk membantu warga yang terdampak bencana pesisir ini. Pendampingan lapangan menjadi fokus utama agar kebutuhan mendesak para korban bisa segera ditangani, terutama bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa rapuhnya permukiman di pesisir ketika gelombang tinggi datang tanpa banyak peringatan. Di Banggai Laut, ancaman laut bukan hanya soal air pasang, tetapi juga soal keselamatan rumah dan warga yang tinggal di tepi pantai.